KUDUS, Kaifanews — Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin digelar Pemerintah Kabupaten Kudus kini tak hanya menjadi upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Program tersebut juga menjadi objek penelitian mahasiswa untuk mengukur sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Kudus turut hadir dalam pelaksanaan GPM di halaman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jumat, 10 Juli 2026. Kehadiran mereka bukan untuk berbelanja, melainkan melakukan riset lapangan mengenai efektivitas program tersebut.

Wakil Ketua DEMA UIN Sunan Kudus, Muhammad Prasetyono, mengatakan penelitian dilakukan untuk mengetahui dampak GPM terhadap stabilitas harga pangan sekaligus menyusun rekomendasi perbaikan bagi pemerintah.

“Kami ingin mengetahui seberapa efektif Gerakan Pangan Murah ini dan seberapa besar pengaruhnya terhadap stabilitas harga pangan. Dari hasil riset ini nantinya akan kami susun rekomendasi mengenai aspek yang masih perlu diperbaiki maupun ditingkatkan,” ujarnya.

Dalam penelitian perdana tersebut, tim mahasiswa menyebarkan sedikitnya 15 kuesioner kepada masyarakat yang berbelanja di lokasi GPM. Responden dipilih dari warga yang membeli berbagai komoditas, seperti beras, minyak goreng, gula, LPG, hingga kebutuhan pokok lainnya.

Mahasiswa DEMA UIN Sunan Kudus melakukan riset lapangan saat Gerakan Pangan Murah di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jumat, 10 Juli 2026. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Prasetyono menjelaskan, penelitian tidak berhenti pada satu kegiatan saja. DEMA UIN Sunan Kudus berencana mengikuti beberapa pelaksanaan GPM berikutnya agar memperoleh data yang lebih komprehensif sebelum menyusun hasil kajian.

“Ini baru awal. Kami akan mengikuti beberapa kali pelaksanaan Gerakan Pangan Murah agar data yang diperoleh lebih lengkap, sehingga rekomendasi yang diberikan benar-benar berdasarkan fakta di lapangan,” katanya.

Disisi lain, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari upaya menghadirkan evaluasi berbasis data terhadap berbagai program pemerintah.

Menurutnya, hasil penelitian tersebut nantinya tidak hanya mengulas pelaksanaan GPM, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mengkaji dampak program-program lain, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Kami mengajak teman-teman DEMA melakukan riset kecil terhadap Gerakan Pangan Murah. Bahkan kalau perlu mereka juga melihat bagaimana kondisi pasar sebagai pembanding. Nantinya hasil kajian itu akan menjadi data dan rekomendasi yang bisa kami sampaikan ke pemerintah pusat,” kata Sam’ani.

Ia menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai masukan yang disusun secara ilmiah. Menurutnya, evaluasi dari kalangan akademisi akan menjadi bahan penting untuk menyempurnakan kebijakan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

“Kami ingin semua berbasis data. Kalau memang ada yang perlu ditambah atau diperbaiki, misalnya komoditas yang dijual atau mekanisme pelaksanaannya, silakan disampaikan melalui hasil kajian. Dengan begitu masyarakat juga bisa melihat hasilnya secara objektif melalui data dan infografis,” pungkasnya. (*)