KUDUS, Kaifanews — Perjalanan singkat bukan menjadi penghalang bagi grup band El Shaddai untuk mencuri perhatian di ajang Kompetisi Band HYDROPLUS Soccer League (HPSL) All Stars 2025/2026. Baru terbentuk sekitar satu bulan sebelum perlombaan, mereka sukses membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yakni Juara 3 tingkat SMA dan Band Favorit Pilihan Penonton.
Kompetisi yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, pada 7–11 Juli 2026 itu menjadi panggung bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas di bidang musik dan seni pertunjukan. Selain kompetisi sepak bola putri, ajang tersebut juga menghadirkan lomba band dan modern dance yang diikuti pelajar dari berbagai sekolah.
El Shaddai sendiri bukanlah band yang telah lama berdiri. Vokalis mereka, Sidqiyah Nurussalama Brilliane atau akrab disapa Qiya, mengungkapkan grup dengan genre metal tersebut terbentuk setelah mendapat informasi mengenai kompetisi dari seorang teman.
“Awalnya kami dikabarin teman soal lomba ini. Karena ada beberapa teman yang berhalangan, akhirnya kami membentuk band dengan personel dari beberapa sekolah. Kira-kira satu bulan lalu kami mulai latihan, menyusun konsep, memilih lagu, sampai mempersiapkan penampilan,” ujarnya pada Sabtu 11 Juli 2026.

Band tersebut dihuni lima personel lintas sekolah, yakni Qiya sebagai vokalis dari SMA Negeri 2 Kudus, Marshall Aziz Habibi sebagai pianis dari SMA Negeri 2 Kudus, Rosello Kevin Jeconia sebagai drummer dari SMA Negeri 2 Kudus, Sandy Sean Elian sebagai gitaris dari SMA Negeri 1 Gebog, serta Davin Melodya Krisnawan sebagai bassist dari SMA Masehi Kudus.
Dalam kompetisi tersebut, El Shaddai membawakan lagu wajib “Bendera” milik Cokelat dan lagu pilihan “Bring Me To Life” dari Evanescence. Qiya mengatakan pemilihan lagu itu disesuaikan dengan konsep penampilan yang ingin mereka tampilkan.
“Kami mengusung konsep band bernuansa emo. Lagu Bendera menggambarkan semangat nasionalisme, sedangkan Bring Me To Life kami pilih karena jarang ada yang membawakan lagu lawas berbahasa Inggris. Kami juga berharap bisa mendapat nilai tambah dari pilihan lagu tersebut,” jelasnya.
Meski baru terbentuk, kekompakan para personel mampu mengantarkan El Shaddai meraih dua penghargaan sekaligus. Menurut Qiya, pengalaman mengikuti HPSL menjadi momen berharga untuk mengembangkan kemampuan bermusik sekaligus mempererat persahabatan.

Ia berharap kebersamaan yang terjalin tidak berhenti meski sebagian besar personel akan segera lulus sekolah.
“Semoga meskipun nanti kami punya jalan masing-masing, kami tetap saling mengenal, tetap punya chemistry seperti sekarang. Siapa tahu suatu saat bisa bermain bareng lagi, bahkan mencetak prestasi bersama,” katanya.
Ke depan, Qiya juga berharap El Shaddai memiliki kesempatan untuk menciptakan karya sendiri. Menurutnya, pengalaman dari kompetisi ini bisa menjadi bekal untuk terus berkembang dan menghasilkan lagu yang dekat dengan kehidupan para remaja, seperti tema persahabatan maupun pengalaman sehari-hari.(*)








