KUDUS, Kaifanews – Peluang kerja di era digital semakin terbuka lebar bagi masyarakat yang memiliki keterampilan kreatif. Menjawab kebutuhan tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mendukung pelaksanaan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) bidang desain grafis yang digelar LKP NIDA Course melalui bantuan pemerintah pusat Tahun Anggaran 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program yang merupakan bantuan dari Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah itu diharapkan mampu mencetak tenaga kerja terampil sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan baru di sektor ekonomi kreatif.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Disdikpora Kabupaten Kudus, Arief Dwi Aryanto, mewakili Kepala Disdikpora membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan pendidikan nonformal kini memiliki peran yang semakin penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

“Pembelajaran tidak hanya diperoleh melalui jalur pendidikan formal. Lembaga kursus dan pelatihan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membekali masyarakat dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya pada Sabtu 11 Juli 2026.

Disdikpora Kudus Gandeng LKP NIDA Course, Bekali Masyarakat dengan Skill yang Diburu Industri
Pelatihan desain grafis LKP NIDA Course bersama Disdikpora Kabupaten Kudus. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Menurut Arief, kemampuan desain grafis saat ini menjadi salah satu kompetensi yang banyak dicari. Keahlian tersebut dibutuhkan di berbagai bidang, mulai dari industri kreatif, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), percetakan, pemasaran digital hingga berbagai layanan publik.

Karena itu, peserta pelatihan tidak hanya didorong menguasai teknik desain, tetapi juga membangun kreativitas, kemampuan komunikasi, etos kerja, serta menyusun portofolio sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.

Ia juga mengapresiasi LKP NIDA Course yang kembali dipercaya pemerintah pusat sebagai penyelenggara Program Pendidikan Kecakapan Kerja Tahun Anggaran 2026. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi bukti komitmen lembaga kursus dalam menghadirkan pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar.

“Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan kesempatan ini sebagai investasi masa depan untuk meningkatkan kompetensi, memperoleh pekerjaan yang layak, maupun menciptakan peluang usaha baru,” katanya.

Disdikpora Kabupaten Kudus menegaskan akan terus memperkuat pendidikan nonformal melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga kursus dan pelatihan, serta dunia usaha dan dunia industri. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan keterampilan sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia di Kabupaten Kudus.

“Melalui program ini, semakin banyak masyarakat diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” tandasnya.(*)