KUDUS, Kaifanews — Cerita tentang geliat ekonomi kreatif di Kabupaten Kudus dibawa Bupati Kudus Sam’ani Intakoris hingga ke Jakarta. Ia menjadi narasumber dalam program Bincang Kita KompasTV yang berlangsung di Studio Menara Kompas, Jakarta Pusat, Rabu, 9 September 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam program tersebut, Sam’ani berbicara mengenai perkembangan ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kudus yang terus bergerak. Salah satu fenomena yang turut disorot yakni semakin maraknya coffee street yang tumbuh di berbagai titik.

Coffee street tidak hanya dipandang sebagai tempat menikmati kopi. Bagi pemerintah daerah, keberadaan ruang-ruang kreatif semacam itu menunjukkan munculnya aktivitas ekonomi baru yang melibatkan pelaku UMKM, anak muda, komunitas, hingga masyarakat sekitar.

Sam’ani mengatakan, perkembangan tersebut menjadi bagian dari potensi lokal yang terus didorong agar mampu memberikan dampak ekonomi lebih luas.

“Coffee street ini menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas masyarakat bisa tumbuh menjadi aktivitas ekonomi. Di sana ada pelaku UMKM, anak muda, komunitas, dan masyarakat yang ikut bergerak,” kata Sam’ani dalam kutipannya.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kreativitas masyarakat. Pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat dinilai penting agar potensi yang sudah tumbuh dari bawah dapat berkembang lebih kuat.

“Kami ingin potensi-potensi lokal di Kudus tidak hanya tumbuh, tetapi juga bisa dikenal lebih luas. Pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri, sehingga kolaborasi menjadi kunci,” ujarnya.

Kesempatan tampil di Bincang Kita KompasTV juga dimanfaatkan Sam’ani untuk memperkenalkan berbagai potensi Kudus kepada masyarakat yang lebih luas. Tidak hanya sektor ekonomi kreatif, identitas dan karakter daerah juga menjadi bagian dari cerita yang dibawa dalam perbincangan tersebut.

Semangat Hari Jadi Ke-477 Kota Kudus turut menjadi momentum untuk memperkenalkan Kudus dengan wajah yang lebih dinamis. Perkembangan UMKM dan ruang kreatif masyarakat menjadi bagian dari potensi yang diharapkan mampu memperkuat daya tarik daerah.

Sam’ani menilai, kreativitas masyarakat dapat menjadi modal penting bagi Kudus untuk terus berkembang. Karena itu, berbagai potensi yang muncul perlu diberikan ruang agar dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru.

“Semangat Hari Jadi Ke-477 Kota Kudus ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Kudus punya banyak potensi. Kita ingin Kudus semakin kreatif, produktif, dan dikenal melalui kekuatan lokalnya,” jelasnya.