KUDUS — Upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kudus. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menerima audiensi dari MAN 2 Kudus serta jajaran Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus di Pringgitan Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (4/2/2026).
Audiensi tersebut membahas dua agenda utama, yakni inovasi di bidang pendidikan dan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Dalam pertemuan bersama MAN 2 Kudus, pihak sekolah memperkenalkan aplikasi “SapaPangan”, sebuah inovasi digital yang dirancang untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan MBG. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu pengelolaan data, distribusi, serta pemantauan program secara lebih efektif dan transparan.
Bupati Sam’ani menyambut positif terobosan tersebut. Ia menilai inovasi berbasis teknologi seperti SapaPangan sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di bidang pemenuhan gizi bagi peserta didik.
“Inovasi seperti ini patut diapresiasi. Saya harap SapaPangan terus dikembangkan dan tidak berhenti di tingkat sekolah saja,” ujar Sam’ani.
Ia juga berpesan agar pengembangan aplikasi tersebut dikoordinasikan lebih lanjut dengan Kementerian Agama serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sehingga pemanfaatannya bisa diperluas dan memberikan dampak yang lebih besar, tidak hanya bagi MAN 2 Kudus tetapi juga satuan pendidikan lainnya.
Sementara itu, dalam audiensi dengan jajaran Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus, pembahasan difokuskan pada persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari kesiapan layanan, koordinasi antarinstansi, hingga upaya memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah asal Kudus.
Bupati Sam’ani menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan instansi terkait agar pelaksanaan haji dapat berjalan tertib, aman, dan lancar. Ia berharap seluruh tahapan persiapan dilakukan secara matang sejak dini, mengingat besarnya antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.
“Pelayanan kepada jemaah haji harus menjadi prioritas. Koordinasi yang baik akan sangat menentukan kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini,” katanya.
Melalui audiensi tersebut, Sam’ani menegaskan komitmen Pemkab Kudus untuk terus membuka ruang dialog dan kerja sama dengan berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan keagamaan.









