KUDUS, Kaifanews — Di tengah menjamurnya tempat nongkrong dengan beragam pilihan minuman kekinian, racikan tradisional berbahan rempah masih memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat. Salah satunya Wedang Jahe Rempah dan STMJ milik Pery Afrianto atau yang akrab disapa Mas Pery di Jalan Museum Kretek, Getas Pejaten, tepatnya di belakang Super Indo Kudus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Warung yang mengusung konsep sederhana ala angkringan tersebut telah berdiri sejak akhir 2018, sebelum pandemi Covid-19 melanda. Keberadaannya menjadi salah satu pelopor minuman jahe rempah di Kabupaten Kudus dengan mengedepankan racikan rempah alami yang ditumbuk dan diseduh langsung.

Olahan jahe rempah yang menghangatkan tubuh.

Pery mengungkapkan, ide membuka warung tersebut bermula dari kebiasaan nongkrong bersama dua saudaranya. Dalam salah satu obrolan, muncul gagasan untuk menghadirkan tempat minum dengan konsep angkringan, tetapi memiliki menu utama berupa minuman tradisional berbahan rempah.

“Awalnya kami bertiga sering nongkrong bareng. Kemudian saya punya ide, di Kudus sepertinya belum ada minuman herbal yang berbau rempah-rempah yang ditumbuk. Saya berpikir, bagaimana kalau mendirikan warung konsepnya angkringan, tetapi minuman yang ditonjolkan rempah-rempah original,” ujar Pery saat ditemui pada Rabu 2 September 2026.

Gagasan tersebut kemudian mendapat sambutan positif dari kedua saudaranya. Mereka sepakat mencoba membuka usaha bersama hingga akhirnya Warung Jahe Rempah berdiri.

Pada awal berdiri, warung tersebut berada di Jalan Museum Kretek Nomor 4, tepat di depan Rumah Makan Dapur Kemangi. Seiring perjalanan usaha, dua saudara Pery kemudian memilih untuk tidak melanjutkan usaha bersama dan memutuskan menempuh jalan masing-masing.

Kondisi tersebut membuat Pery memilih tetap mempertahankan warung seorang diri. Keputusan itu diambil salah satunya demi menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan pelanggan yang selama ini telah datang.

“Ketika dua saudara saya memutuskan untuk berhenti bergabung dan memilih jalan masing-masing, saya memilih untuk melanjutkan warung ini. Salah satu alasannya karena saya ingin tetap menjaga pelanggan yang sudah ada,” katanya.

Menurut Pery, sejak awal dirinya memang melihat peluang dari minuman tradisional yang belum banyak ditemui di Kudus. Jahe dan rempah dipilih karena selain memiliki cita rasa khas, minuman tersebut juga lekat dengan kebiasaan masyarakat Indonesia.

Kini, Warung Wedang Jahe Rempah dan STMJ menawarkan sejumlah pilihan minuman berbahan dasar jahe dan rempah. Harganya pun dibuat terjangkau, mulai sekitar Rp3 ribu hingga Rp9 ribuan saja. Selain wedang jahe, tersedia pula berbagai olahan rempah herbal alami, STMJ, makanan ringan, hingga menu mie untuk menemani pelanggan nongkrong.

“Dari awal saya memilih konsep ini karena waktu itu minuman tradisional wedang jahe rempah di Kudus belum banyak. Kami ingin menawarkan rempah yang original dengan harga yang tetap terjangkau,” jelas Pery.

Warung tersebut buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 01.00 WIB malam. Jam operasional yang panjang membuat tempat tersebut bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati minuman hangat, baik pada siang, sore, maupun malam hari.

Bagi Pery, mempertahankan warung selama bertahun-tahun menjadi perjalanan tersendiri. Dari ide sederhana hasil obrolan bersama saudara, usaha tersebut berkembang menjadi tempat yang memiliki pelanggan tetap.

Ia berharap Warung Wedang Jahe Rempah dan STMJ dapat terus bertahan serta menjadi salah satu pilihan masyarakat Kudus untuk menikmati minuman tradisional dengan racikan rempah alami.

“Harapannya tentu warung ini bisa terus berjalan dan tetap menjadi tempat yang nyaman untuk pelanggan. Yang penting kami tetap mempertahankan rasa, rempah original, dan harga yang bisa dijangkau semua kalangan,” tandasnya.

Bagi pelanggan, daya tarik warung bukan hanya terletak pada harga dan menu rempah. Suasana yang sederhana, hangatdan nyaman juga menjadi alasan untuk kembali berkunjung.

Salah satu pelanggan, Ibrahim Hasan, warga Desa Demaan, mengaku cukup sering datang ke warung tersebut. Ia menyebut minuman berbahan rempah menjadi alasan dirinya menjadikan tempat itu sebagai salah satu pilihan untuk nongkrong.

“Saya sering ke sini karena minumannya. Favorit saya rempah jahe susu. Kadang saya datang bersama keluarga, calon saya, atau teman. Tempatnya nyaman, minumannya sehat dan harganya juga sangat bersahabat,” ujar Ibrahim.