KUDUS, Kaifanews – Upaya meningkatkan kepedulian sosial sekaligus mendukung pemulihan kesehatan pasien dilakukan RSUD dr. Loekmono Hadi melalui peluncuran Program Jumat Berkah, Jumat (6/2/2026). Program berbagi tambahan gizi berupa telur ayam tersebut turut ditinjau Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris pada pelaksanaan perdananya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Endhah menjelaskan, program ini menjadi langkah sederhana namun diharapkan memberi manfaat nyata bagi pasien maupun masyarakat sekitar. Ia menyebut, setiap karyawan rumah sakit diminta membawa satu butir telur dari rumah untuk kemudian dikumpulkan dan dibagikan.

“Kali ini berbeda, karena pagi ini RSUD melaunching Jumat Berkah. Karyawan setiap Jumat membawa telur dari rumah, dikumpulkan di sini jumlahnya bisa lebih dari seribu telur, lalu dibagikan ke pasien, lingkungan sekitar, maupun panti asuhan,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat berjalan berkelanjutan, tidak hanya sekali pelaksanaan.

“Ini perdana, insyaallah berkelanjutan. Tidak hanya Jumat ini saja, tapi setiap Jumat ada Jumat Berkah berupa pembagian telur sebagai tambahan makanan bergizi. Telur memang sederhana, tapi protein dari telur ini insyaallah bisa membantu kesehatan,” katanya.

Masih dalam rangkaian peringatan Hari Kanker Sedunia, Endhah juga meninjau fasilitas layanan kemoterapi di RSUD dr. Loekmono Hadi. Ia mengaku sebelumnya mengira pasien kanker harus menjalani kemoterapi di luar kota.

“Ternyata di RSUD sudah ada layanan kemo dan sudah di-cover BPJS. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Semarang, tidak bingung soal transportasi, cukup di Kudus sudah bisa dilayani,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat karena memudahkan akses layanan kesehatan sekaligus mengurangi beban biaya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, Mustiko Wibowo, menjelaskan bahwa Program Jumat Berkah berangkat dari semangat berbagi dan kepedulian terhadap kebutuhan gizi pasien.

“Setiap hari Jumat karyawan wajib membawa satu butir telur. Semua telur dikumpulkan, kemudian dibagikan kepada pasien, warga sekitar, maupun panti asuhan,” jelasnya.

Ia menilai telur dipilih karena mudah didapat, murah, namun memiliki kandungan gizi yang tinggi.

“Telur itu sederhana dan harganya terjangkau, tapi manfaat gizinya besar. Baik untuk anak-anak, pasien dewasa, termasuk pencegahan stunting,” katanya.

Telur yang terkumpul selanjutnya dikemas sebelum dibagikan kepada pasien. Pasien dewasa umumnya menerima empat butir telur, sementara pasien anak-anak bisa mendapatkan lebih banyak sesuai kebutuhan gizi.

“Harapannya ini menjadi berkah kita semua. Rezeki yang dititipkan kepada kami bisa kembali bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.