KUDUS, Kaifanews – Berawal dari keinginan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, Isni Suharti, SE berhasil mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bernama Tondhil yang kini tak hanya dikenal lewat produk olahan pangan, tetapi juga menjadi rujukan wisata edukasi budidaya jamur tiram di Kabupaten Kudus.
Usaha yang dirintis sejak Desember 2020 tersebut berawal dari rumahnya di Jalan Lingkar Timur, Krasak Ngembal RT 4 RW 2, Kabupaten Kudus. Dari dapur sederhana, Isni mengolah berbagai produk makanan dan minuman berbahan alami yang kini dipasarkan secara online maupun dititipkan di sejumlah toko oleh-oleh.
Produk unggulan Tondhil antara lain pare crispy, jamur crispy dengan berbagai varian rasa, serta wedang rempah atau wedang uwuh dalam bentuk kering yang praktis diseduh.
Dalam sebulan, UMKM Tondhil mampu memproduksi rata-rata 300 hingga 500 kemasan berbagai produk. Menurut Isni, konsumen mulai tertarik karena produk yang ditawarkan mengedepankan cita rasa sekaligus memanfaatkan bahan-bahan lokal yang kaya manfaat.
“Awalnya saya memulai usaha karena kebutuhan ekonomi keluarga yang harus tercukupi. Alhamdulillah, dari usaha rumahan ini sekarang bisa terus berkembang,” ujarnya saat ditemui pada Sabtu 11 Juli 2026.
Tak hanya fokus pada penjualan produk, Isni juga aktif memberikan edukasi kewirausahaan. Ia kerap diundang menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan sekolah maupun perguruan tinggi untuk mengenalkan dunia usaha sejak dini, mulai dari proses memulai bisnis, pengurusan legalitas usaha, hingga strategi pemasaran.

Selain itu, Tondhil juga tergabung dalam program wisata edukasi Petaku Kudus, yang menghadirkan pengalaman belajar mengenai budidaya dan pengolahan jamur tiram. Program tersebut menjadi salah satu tujuan kunjungan edukasi bagi pelajar maupun mahasiswa yang ingin mengenal potensi agribisnis lokal.
Berkat konsistensinya, UMKM Tondhil semakin dikenal di berbagai kegiatan pameran. Produk-produknya kerap hadir dalam stan yang difasilitasi instansi pemerintah, Dekranasda, hingga berbagai event promosi UMKM.
Isni juga pernah mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri melalui stan UMKM yang difasilitasi PT Djarum Kudus. Tak hanya itu, usahanya juga telah mengikuti proses kurasi dari HIPMI sebagai bagian dari program pembinaan menuju rintisan ekspor.
Menurutnya, pendampingan dan kesempatan mengikuti berbagai pameran menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk, mulai dari kemasan, legalitas, hingga kapasitas produksi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain menawarkan cita rasa khas, produk wedang uwuh dan jamur tiram juga dikenal memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Meski demikian, Isni mengingatkan bahwa produk tersebut merupakan bagian dari pangan olahan yang dapat mendukung pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.
Ke depan, Isni berharap UMKM Tondhil semakin berkembang, mampu memperluas pasar, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk berani memulai usaha dari rumah. Bagi yang ingin melakukan pemesan lebih lanjut, dapat menghubungi 0812-2852-7521 maupun sosial media Instagram @jamur_crispy_tondhil.(*)








