KUDUS, Kaifanews — Suasana santai menjadi cara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kudus untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Melalui agenda rutin “Ngopi Santuy” setiap malam Sabtu, PSI membuka ruang pertemuan yang tidak hanya diikuti kader, tetapi juga masyarakat umum.
Ketua DPD PSI Kabupaten Kudus Antoni Alfin mengatakan, Ngopi Santuy menjadi agenda rutin untuk mempertemukan para kader dalam suasana yang lebih cair. Namun, kegiatan tersebut juga terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal PSI lebih jauh.
“Ngopi Santuy ini menjadi acara rutin setiap malam Sabtu. Selain sebagai acara santai untuk ngobrol bersama para kader, acaranya juga berlaku umum. Jadi masyarakat bisa datang dan ikut berdiskusi,” kata Antoni usai kegiatan di kantor DPD PSI Kudus pada Jumat malam 18 September 2026.
Menurutnya, format pertemuan yang santai membuat masyarakat tidak harus datang dalam suasana formal ketika ingin mengetahui lebih jauh mengenai PSI. Dari pertemuan tersebut, komunikasi antara kader dengan masyarakat pun dapat terbangun.
Antoni menyebut, agenda tersebut sekaligus menjadi salah satu cara PSI Kudus memperkenalkan partai kepada calon kader baru. Ia mengaku sejumlah orang mulai tertarik datang dan mengikuti kegiatan tersebut.
“Ini juga bisa menjadi magnet untuk menggaet kader-kader baru untuk login ke PSI. Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenal PSI lebih dalam,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembicaraan dalam Ngopi Santuy tidak selalu berkaitan dengan politik. Para peserta dapat membahas berbagai hal secara informal sehingga hubungan antarkader maupun dengan masyarakat bisa lebih dekat.
Salah satu kader baru PSI Kudus, Sania dari kecamatan Undaan, mengaku ketertarikannya bergabung dengan PSI salah satunya tumbuh setelah mengenal kegiatan dan lingkungan partai.
“Saya awalnya ingin mengenal PSI lebih jauh. Setelah mengikuti kegiatan dan ngobrol dengan teman-teman di sini, ternyata suasananya cukup terbuka dan santai,” ungkap Sania.
Menurutnya, kegiatan seperti Ngopi Santuy membuat orang yang baru mengenal PSI tidak merasa canggung untuk datang dan berdiskusi.
“Karena acaranya santai, jadi lebih mudah untuk ngobrol dan bertanya. Dari situ saya semakin tertarik untuk ikut bergabung,” tandasnya.









