JAKARTA, Kaifanews – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (5/2), guna memperkuat nakhoda kebijakan ekonomi di tengah tantangan global yang kian dinamis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah strategis ini menempatkan sosok ekonom senior yang sebelumnya berkarier cemerlang di Bank Indonesia ke dalam kabinet, dengan misi khusus untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Pelantikan ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa pemerintah tengah membangun “benteng” koordinasi yang lebih solid antara otoritas keuangan dan bank sentral guna menjaga stabilitas makroekonomi serta daya beli masyarakat di tahun berjalan.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta pimpinan lembaga tinggi negara. Juda Agung mengucap sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo, berkomitmen untuk menjalankan tugas sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengambil sumpah jabatan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden mendiktekan sumpah jabatan.

Presiden Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wamenkeu, Fokus Sinergi Fiskal-Moneter
Presiden Prabowo Subianto (kiri) saat mendatangani jabatan Juda Agung (kanan) sebagai Wakil Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta (5/2).

Penunjukan Juda dinilai banyak pihak sebagai langkah taktis Presiden untuk memastikan tidak ada celah antara kebijakan belanja negara (fiskal) yang dikelola kementeriannya dengan kebijakan suku bunga dan nilai tukar (moneter) yang dikelola Bank Indonesia.

Usai prosesi pelantikan, Wamenkeu Juda Agung langsung menegaskan prioritas kerjanya. Ia menyoroti pentingnya harmoni antara kebijakan di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan langkah-langkah otoritas moneter.

Menurutnya, koordinasi yang erat adalah kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif tanpa mengabaikan pengendalian inflasi.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, fokus utama kami adalah memastikan sinergi yang lebih kuat antara kebijakan fiskal dan moneter. Kita harus memastikan instrumen fiskal dapat menyokong sektor riil dan mendorong pertumbuhan, namun tetap berjalan seiring dengan stabilitas moneter agar fundamental ekonomi kita tetap kokoh,” tegas Juda Agung di hadapan awak media di kompleks Istana Kepresidenan.

Juda juga menambahkan bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah, mengingat kondisi geopolitik dunia yang masih fluktuatif. Kehadirannya di jajaran pimpinan Kementerian Keuangan diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam pengelolaan likuiditas pasar dan mitigasi risiko fiskal.

Pengalamannya yang panjang sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia dipandang sebagai modal besar untuk membangun komunikasi yang efektif dengan para pelaku pasar keuangan dan investor global.