DAVOS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memanfaatkan panggung bergengsi World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, untuk menegaskan arah baru kebijakan sosial Indonesia melalui program pemeriksaan kesehatan gratis nasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di hadapan para pemimpin dunia dan tokoh ekonomi global pada Sabtu (7/2), Presiden menegaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan langkah strategis jangka panjang untuk memperkuat sistem pencegahan penyakit, bukan sekadar kebijakan populis untuk menarik simpati publik.

Dengan mendorong deteksi dini secara masif, pemerintah Indonesia berambisi menekan beban biaya pengobatan penyakit kronis di masa depan sekaligus membangun fondasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul demi menjaga keberlanjutan produktivitas nasional di kancah global.

Dalam pidato kuncinya, Presiden Prabowo memaparkan visi “Kesehatan Preventif” sebagai instrumen ekonomi negara. Menurutnya, investasi pada layanan kesehatan yang bersifat pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan (kuratif) yang kerap membebani APBN dalam jangka panjang.

Pemerintah menilai deteksi kesehatan secara rutin dapat menekan angka penyakit berat seperti diabetes dan hipertensi sejak dini, yang selama ini menjadi penyumbang beban biaya terbesar pada sistem jaminan kesehatan nasional.

Presiden menekankan bahwa pembangunan ekonomi yang kuat tidak akan tercapai tanpa masyarakat yang sehat. Oleh karena itu, akses pemeriksaan kesehatan harus dibuat merata dan tanpa hambatan finansial bagi seluruh lapisan warga.

“Program pemeriksaan kesehatan gratis ini adalah investasi strategis pada manusia. Kami tidak hanya melihat ini sebagai biaya sosial, melainkan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Masyarakat yang sehat adalah mesin utama produktivitas nasional yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” tegas Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di forum tersebut.

Guna merealisasikan visi tersebut, pemerintah Indonesia telah menyiapkan skema pelaksanaan secara bertahap. Dukungan infrastruktur kesehatan, mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit daerah, akan diperkuat dengan teknologi diagnostik terbaru agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri.