KUDUS, Kaifanews – Warga Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, mulai dihantui kecemasan menyusul tumpukan sampah rumah tangga yang menggunung dan menyumbat aliran Kali Tengah tepat di bawah jembatan desa setempat.
Pantauan di lokasi pada Jumat (6/2) menunjukkan volume sampah plastik, botol bekas, hingga limbah domestik yang kian masif telah menghambat laju arus air dan mengeluarkan aroma busuk yang menyengat hingga ke pemukiman warga.
Masyarakat kini mendesak dinas terkait untuk segera melakukan normalisasi darurat, mengingat kondisi sumbatan ini menjadi bom waktu yang siap memicu banjir luapan jika curah hujan kembali meningkat di wilayah tersebut.
Kondisi di jembatan Kali Tengah Desa Kirig saat ini sangat memprihatinkan. Berbagai material limbah tak terurai tampak mengendap dan tersangkut pada pilar-pilar jembatan, menciptakan bendungan sampah yang menahan aliran air dari hulu.
Tak hanya merusak estetika lingkungan, polusi udara berupa bau tidak sedap kini menjadi keluhan utama para pengguna jalan dan warga yang tinggal di bantaran kali.
Salah satu warga terdampak, Ahmad Khalim, menyatakan bahwa situasi ini telah berlangsung selama beberapa hari tanpa adanya penanganan konkret. Menurutnya, aroma dari sampah yang membusuk sudah mencapai tahap yang mengganggu aktivitas harian warga di sekitar jembatan.
“Sampah dari warga ini sudah kurang lebih tiga hari terhambat di jembatan, dan baunya tidak sedap. Saya berharap ada penanganan dari dinas terkait untuk sampah yang menyumbat ini, dan saya juga berharap warga tidak membuang sampahnya di kali ini,” ujar Ahmad Khalim saat ditemui di lokasi, Jumat (6/2).
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Wilayah Mejobo dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan di Kabupaten Kudus. Jika sumbatan di bawah jembatan Kirig tidak segera dibersihkan, air dipastikan akan melimpah ke jalan raya dan masuk ke rumah-rumah warga saat debit air meningkat.
Menanggapi persoalan menahun ini, tokoh masyarakat setempat mengimbau agar pemerintah tidak hanya melakukan pembersihan rutin, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap praktik pembuangan sampah sembarangan.
Kesadaran kolektif masyarakat untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat sampah raksasa menjadi kunci utama agar infrastruktur air seperti jembatan Kali Tengah tetap berfungsi optimal.
Warga kini menunggu kehadiran alat berat atau tim kebersihan dari instansi terkait untuk mengevakuasi tumpukan limbah tersebut sebelum bencana banjir benar-benar datang








