GROBOGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilayani Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, untuk sementara waktu dihentikan. Kebijakan ini diambil menyusul insiden gangguan kesehatan yang dialami delapan siswa sekolah dasar usai menyantap menu MBG.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (30/1/2026) dan melibatkan murid dari dua sekolah, yakni SDN 2 Pulongrambe dan SDN 3 Mayahan. Dari informasi awal yang dihimpun, dugaan sementara mengarah pada salah satu item menu, yaitu susu kemasan yang dibagikan kepada siswa.
Sebagai langkah pengamanan, sejak Senin (2/2/2026) seluruh distribusi MBG dari SPPG Pulongrambe dihentikan. Total ada 3.115 penerima manfaat yang untuk sementara belum menerima layanan, sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan sumber penyebab kejadian tersebut.
Kepala SPPG Pulongrambe, Dwi Bayu Kurniawan, mengatakan penghentian ini dilakukan berdasarkan arahan dan rekomendasi pihak terkait. Langkah tersebut diambil demi menjamin keselamatan penerima manfaat program.
“Kami diminta menghentikan sementara seluruh penyaluran MBG sampai hasil uji laboratorium keluar dan penyebabnya benar-benar dipastikan,” kata Dwi Bayu.
Terkait dugaan bahwa susu dari merek tertentu menjadi pemicu, Dwi Bayu menegaskan bahwa produk yang digunakan masih berada dalam masa layak konsumsi. Ia menyebutkan, tanggal kedaluwarsa susu yang dibagikan masih cukup panjang.
“Susu baru kami terima Kamis malam. Di kemasan tertulis kedaluwarsa Oktober sampai November 2026, jadi secara tanggal masih aman,” jelasnya.
Meski demikian, sebagai bentuk antisipasi, seluruh stok susu langsung ditarik dan tidak lagi diedarkan. Aktivitas dapur produksi MBG di SPPG Pulongrambe juga dihentikan sementara hingga proses evaluasi selesai.
Pemilik SPPG Pulongrambe, M Sodiq, menambahkan bahwa pihaknya masih menelusuri berbagai kemungkinan penyebab. Salah satu dugaan yang tengah didalami adalah kondisi kemasan kardus susu yang mungkin tidak sempurna.
“Selama ini, setiap menu selalu dicicipi oleh karyawan sebelum dibagikan. Saat kejadian, makanan sudah dicek dan dinyatakan aman. Hanya susunya yang memang tidak dicoba sebelumnya,” ungkap Sodiq.
Hingga saat ini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. SPPG Pulongrambe memilih menghentikan operasional sementara sebagai langkah kehati-hatian, sambil menunggu kejelasan hasil uji dan rekomendasi lanjutan dari pihak berwenang. (*)








