KUDUS, Kaifanews — Mengenalkan Kudus kepada generasi muda tidak selalu harus melalui buku atau kegiatan di dalam kelas. Pemerintah Kabupaten Kudus bersama RUS Animation Studio dan SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus mengemas cerita tentang kuliner, sejarah, wisata, hingga nilai toleransi di Kota Kretek melalui film animasi berjudul “Sa’i & U’ti”.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Film animasi tersebut dibuat dalam dua episode dengan total durasi sekitar 10 menit. Proses produksinya melibatkan sekitar 40 siswa-siswi SMK RUS Kudus dan dikerjakan selama kurang lebih dua bulan.

CEO RUS Animation Studio dan SMK RUS Kudus, Roy Tok, mengatakan project tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk terlibat langsung dalam proses produksi karya animasi.

“Film ini dikerjakan oleh tim bersama siswa-siswi SMK RUS. Kurang lebih ada 40 orang yang terlibat dan proses pengerjaannya sekitar dua bulan,” kata Roy saat dikonfirmasi pada Senin 21 September 2026. 

Film “Sa’i & U’ti” berkisah tentang Linda, seorang remaja kelahiran Kudus yang lama merantau ke kota besar. Ia kemudian kembali ke kota kelahirannya untuk bernostalgia sekaligus mengenal kembali berbagai hal yang ada di Kudus.

Dalam perjalanannya, Linda ditemani dua karakter, Sa’i dan U’ti. Ketiganya menjelajahi sejumlah kuliner serta tempat wisata dan religi di Kudus.

Pada episode pertama, cerita membawa penonton menikmati suasana kuliner Kudus. Salah satunya ketika Linda mencicipi soto kerbau di Taman Bojana.

Dari seporsi soto tersebut, cerita kemudian berkembang pada sejarah dan nilai toleransi yang menjadi salah satu bagian dari identitas kuliner Kudus. Linda yang semula hendak memesan soto sapi akhirnya mencoba soto kerbau setelah mendapat penjelasan dari Sa’i dan U’ti.

Tagline episode pertama, “Belajar dari Rasa, karena tiap rasa punya cerita”, menjadi benang merah perjalanan Linda mengenali kembali kota kelahirannya.

Selain soto kerbau, film juga menampilkan jenang Kudus serta sejumlah gambaran ikon Kudus dan kuliner khas lainnya. Karakter Linda digambarkan sebagai sosok energik, ceria, ramah, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi.

“Project animasi karya anak-anak kita ini didedikasikan sebagai kado Hari Jadi Kota Kudus ke-477 dari SMK RUS Kudus,” jelas Roy.

Dihubungi terpisah, Kepala Diskominfo Kudus, Satria Agus Himawan, mengatakan film tersebut telah ditayangkan melalui videotron Masjid Agung Kudus dan kanal YouTube Kudus News Channel.

“Sudah tayang di videotron Masjid Agung dan YouTube Kudus News Channel. Kami juga mempersilakan sekolah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat untuk menggunakan film ini sebagai bahan literasi tentang Kabupaten Kudus,” jelas Satria.

Menurutnya, kemasan animasi diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan Kudus dengan pendekatan yang lebih dekat dengan anak-anak dan generasi muda.

Episode kedua melanjutkan perjalanan Linda untuk mengenal sisi lain Kudus, termasuk tempat wisata dan religi. Dengan format cerita yang ringan, film tersebut memadukan karakter fiksi dengan berbagai unsur lokal yang ada di Kabupaten Kudus.

Project “Sa’i & U’ti” sendiri tercatat memiliki dua episode dengan durasi sekitar lima menit setiap episode. Ide cerita dan script film tersebut dibuat oleh Ita Sembiring.

“Kehadiran film animasi ini sekaligus menunjukkan bahwa siswa SMK RUS dalam produksi karya kreatif tidak hanya mengasah kemampuan animasi, tetapi juga mampu mengangkat potensi daerah melalui medium visual yang lebih mudah diterima berbagai kalangan,” tandasnya.