KUDUS, Kaifanews — Sebanyak 570 peserta bakal mengikuti event Ultra Trail Mount Moeria (UTMM) yang akan digelar di kawasan Colo, Kabupaten Kudus. Menjelang pelaksanaan yang dijadwalkan pada 3-4 Oktober 2026, panitia kini mematangkan rute hingga pengamanan peserta di jalur pegunungan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Persiapan tersebut dibahas dalam audiensi antara Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan panitia UTMM di Pringgitan Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis, 24 September 2026.

Salah satu ofisial UTMM, Valian Hafid Jayvico, mengatakan audiensi tersebut membahas sejumlah persiapan, mulai dari waktu pelaksanaan, lokasi hingga kategori lomba yang akan diikuti peserta.

Menurutnya, dukungan dari Pemkab Kudus dan organisasi perangkat daerah (OPD) membuat panitia semakin terpacu mempersiapkan event tersebut.

“Kurang lebih tinggal dua minggu lagi untuk persiapan. Kami memaksimalkan semuanya, terutama keamanan peserta. Ada sekitar 570 peserta dan rutenya tidak mudah, sehingga kami ingin memberikan treatment terbaik kepada peserta,” kata Viko.

UTMM akan mengambil titik awal dan akhir di Taman Ria Colo. Peserta kemudian akan melewati sejumlah kawasan di lereng Gunung Muria dengan karakter rute berbeda sesuai kategori.

Untuk kategori 7 kilometer, peserta akan melewati kawasan Montel. Sementara kategori 15 kilometer mengambil rute menuju Ternadi sebelum kembali ke Colo.

Pada kategori 30 kilometer, peserta akan melintasi jalur menuju Puncak Natas Angin. Sedangkan peserta kategori 50 kilometer akan menempuh rute lebih panjang hingga Kembang sebelum kembali menuju Colo.

Selain Natas Angin, Puncak 29 juga menjadi bagian dari rute yang harus dilalui peserta pada kategori tertentu.

Dengan kondisi medan yang cukup menantang, aspek keamanan menjadi perhatian utama panitia. Terlebih, terdapat sejumlah titik yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk kawasan Natas Angin yang sebelumnya sempat mengalami longsor.

“Kami sudah memaksimalkan pengamanan dan keamanan. Untuk medis kami bekerja sama dengan RS Mardi Rahayu, RSI Sunan Kudus, serta tim fisioterapi dari Muria Fisio,” ujarnya.

Sementara untuk pengamanan jalur, panitia berkoordinasi dengan BPBD, kepolisian serta melibatkan relawan. Penempatan personel akan diperkuat terutama di kawasan Natas Angin dan Puncak 29.

Viko mengatakan panitia tidak ingin sekadar menggelar event, tetapi juga memastikan peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian dengan aman.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Abdul Halil yang mewakili Bupati Kudus mengapresiasi pelaksanaan UTMM di kawasan Colo.

Pemkab Kudus, kata dia, berharap kegiatan tersebut dapat kembali digelar di Kudus pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, event olahraga berbasis alam seperti UTMM dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata Kudus kepada peserta dari berbagai daerah.

“Pemerintah Kabupaten Kudus menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Kami berharap tahun 2027 dan seterusnya event ini juga bisa kembali digelar di Kudus,” kata Halil.

Halil menilai publikasi kegiatan juga perlu dipersiapkan lebih awal agar jangkauan peserta semakin luas. Terlebih, UTMM tidak hanya diikuti peserta dari Kudus, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia hingga peserta dari luar negeri.

“Kalau jumlah pesertanya semakin banyak, tentu akan semakin mengenalkan pariwisata yang ada di Kabupaten Kudus. Ada peserta dari luar negeri, kemudian dari kota, kabupaten, maupun provinsi lain,” ujarnya.

Terkait kondisi infrastruktur dan jalur yang digunakan, Halil menilai karakter UTMM sebagai olahraga lari lintas alam memang membuat peserta diarahkan melewati kawasan yang masih memiliki kondisi alam.

Ia mengatakan panitia juga telah melakukan survei terhadap lokasi dan rute sebelum pelaksanaan.

“Ini kan pelari alam, jadi memang harus melewati alam yang masih alami. Teman-teman panitia juga sudah berpengalaman dan sebelum event sudah melakukan peninjauan lokasi serta rute yang akan dilalui,” jelasnya.