KUDUS, Kaifanews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat penanganan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung hingga 9 September 2026. Data tersebut berdasarkan update BPBD per Selasa, 9 September 2026 pukul 12.00 WIB.
Untuk kondisi kekeringan, BPBD mencatat ada 3 kecamatan dan 5 desa terdampak dengan total 939 Kepala Keluarga atau 2.698 jiwa. Sampai hari ini BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 196 tangki atau setara 1.081.000 liter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko melalui Kepala Seksi Kedaruratan, Ahmad Munaji menyebut, ada 5 desa yang hingga saat ini masih membutuhkan dropping air bersih secara rutin.
“Bahwa desa yang masih membutuhkan dropping air bersih adalah Desa Glagahwaru Kecamatan Undaan, Desa Colo Kecamatan Dawe, Desa Setrokalangan, Desa Kedungdowo, dan Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui Whats App.
Sementara untuk kondisi karhutla, periode Juni hingga September 2026 tercatat ada 111 titik kebakaran di 8 kecamatan dan 53 desa. Luas lahan yang terbakar mencapai 83,92 hektar dengan total kerugian ditaksir Rp 573.300.000.
Paling banyak kebakaran terjadi di Kecamatan Gebog dengan 29 titik, disusul Kecamatan Bae 22 titik, Kaliwungu 16 titik, Dawe, Kota dan Jekulo masing-masing 12 titik, serta Jati 7 titik, Mejobo 5 titik dan Undaan 1 titik.
Pihaknya menjelaskan, kejadian karhutla didominasi kebakaran lahan kosong dan persawahan yang terjadi sejak Juni hingga Agustus.
“Bahwa kejadian karhutla utamanya kebakaran lahan kosong atau persawahan sudah terjadi pada bulan Juni hingga Agustus. Untuk penanganan kami telah menyalurkan 222 tangki atau 1.110.000 liter air untuk pemadaman,” jelasnya.
Untuk penanganan, BPBD Kudus berkoordinasi dengan Pemdes, Pemcam, TNI, POLRI, Destana, dan relawan gabungan. Selain dropping air, BPBD juga menyalurkan bantuan toren dan melakukan asesmen data secara periodik.
Penanganan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari BPBD, Pol PP, PDAM, BBWS Pemali Juana, PMI, Kodim, Polres, IBI, IDI, PT Sukun, Baznas, hingga organisasi relawan seperti PKPLH, Bhayangkari, Pemuda Pancasila, GRIB Jaya, Wanita Katolik RI dan FPRB.
Data dropping air bersih dari semua unsur, BPBD sendiri menyalurkan 284.000 liter, BBWS Pemali Juana 180.000 liter, PMI 135.000 liter, IDI 117.000 liter, Pol PP 109.000 liter, Baznas 73.000 liter dan sisanya dari instansi lain.
Terkait himbauan, Munaji meminta warga tidak membakar lahan sembarangan saat musim kemarau dan lebih bijak menggunakan air bersih.
“Kami himbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, apalagi saat angin kencang. Puntung rokok juga jangan dibuang sembarangan di lahan kering. Untuk warga di daerah yang masih kekurangan air, gunakan air secara hemat dan segera lapor ke Pemdes atau BPBD jika membutuhkan dropping,” tandasnya.









