KUDUS, Kaifanews — Ketika seorang teman datang membawa cerita tentang tekanan, kebingungan atau persoalan pribadi, respons yang diberikan tidak selalu harus berupa nasihat. Kemampuan mendengarkan tanpa menghakimi justru menjadi hal penting dalam membangun hubungan yang lebih aman dan suportif.
Hal tersebut akan menjadi pembahasan dalam Voxcast On The Spot bertajuk “You Can Talk, We Can Listen” yang digelar Komisi Pemuda VOX REFORMATA GKMI Kudus dan Pemuda BAMAGNAS Kabupaten Kudus.
Kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Budaya Mendengar dan Peduli kepada Sesama” itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai di GKMI Kudus Rayon 2, Jalan Pangeran Diponegoro 9, Kudus.
Psikolog Sekolah Masehi Kudus, Tabita Kristofani Gunawan, S.Psi., Psikolog, akan menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Sementara jalannya diskusi akan dipandu dr. Dian Natalia, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Melalui kegiatan tersebut, peserta akan diajak memahami dasar konseling sebaya atau peer counselling. Konsep ini diarahkan untuk membekali anak muda dengan kemampuan dasar dalam menjadi teman yang mampu hadir dan mendengarkan ketika orang lain sedang menghadapi persoalan.
“Ketika seseorang bercerita, kita tidak selalu harus langsung memberikan solusi. Ada kalanya yang paling dibutuhkan adalah seseorang yang mau hadir, mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan tidak menghakimi,” kata Tabita saat dikonfirmasi pada Sabtu 3 Oktober 2026.
Menurutnya, kemampuan mendengarkan juga perlu dibarengi dengan pemahaman mengenai batasan. Konseling sebaya bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran psikolog maupun tenaga profesional.
Karena itu, peserta juga akan diajak mengenali kondisi ketika persoalan yang dihadapi seorang teman membutuhkan penanganan lebih lanjut dari tenaga profesional.
“Menjadi teman yang mendengarkan bukan berarti kita harus mampu menyelesaikan semua masalah. Justru penting untuk memahami batas kemampuan kita dan mengetahui kapan harus mengarahkan seseorang untuk mendapatkan bantuan profesional,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, materi akan dikemas secara praktis dan dekat dengan kehidupan anak muda. Beberapa pokok bahasan yang disiapkan meliputi alasan pentingnya mendengarkan, dasar-dasar peer counselling, keterampilan mendengarkan aktif, hal-hal yang sebaiknya dihindari ketika menjadi tempat bercerita, hingga batasan dalam konseling sebaya.
Peserta juga tidak hanya mendapatkan pemaparan materi. Sesi tanya jawab dan latihan peer counselling disiapkan agar peserta dapat mencoba secara langsung cara merespons seseorang yang sedang menceritakan persoalannya.
Penyelenggara menargetkan kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bagi kaum muda, pemuda dan remaja gereja maupun komunitas yang ingin meningkatkan kemampuan mendampingi teman dan membangun relasi yang lebih sehat.
“Harapannya, anak muda tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga belajar mendengarkan. Dari kebiasaan saling mendengar itu, kami ingin membangun lingkungan pertemanan yang lebih peduli, suportif dan manusiawi,” kata Tabita.
Pendaftaran peserta kegiatan Voxcast On The Spot “You Can Talk, We Can Listen” dapat dilakukan melalui kontak PIC BAMAGNAS Kudus, Koordinator Pemuda, Seni dan Budaya di nomor 089651677355 (Dante).









