JAKARTA, Kaifanews – Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli secara resmi meluncurkan program pelatihan untuk sektor Gig Economy yang menyasar para generasi Z. Bertempat di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/12/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program ini menjadi bagian dari stimulus ekonomi 17-8-45 untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional dan mendorong lahirnya pelaku usaha produktif berbasis digital.

“Ekosistem ekonomi digital kita saat ini bernilai lebih dari USD90 miliar dan diproyeksikan melonjak hingga USD400 miliar pada tahun 2030. Di lingkup regional, melalui Digital Economic Framework Agreement (DEFA), pasar ASEAN diperkirakan meningkat dari 1 triliun USD menjadi 2 triliun USD pada periode yang sama. Indonesia harus mengambil peran dominan melalui pengembangan SDM Gen Z yang unggul,” ujar Menko Airlangga.

Pemerintah terus memperkuat strategi transformasi digital sebagai motor penggerak ekonomi baru dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meluncurkan Program Pelatihan Gig Economy bagi Generasi Z dan AI Open Innovation Challenge. Inisiatif strategis melalui kolaborasi lintas Kementerian dan Pemerintah Daerah ini bertujuan untuk mencetak talenta digital yang kompetitif sekaligus mengakselerasi target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan program tersebut nantinya juga dapat didukung dengan pendanaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khususnya untuk hasil pelatihan yang menghasilkan suatu hal yang produktif. Jumlahnya mencapai Rp 10 triliun.

“Pemerintah sudah menyiapkan kalau mereka bisa menghasilkan sesuatu yang produktif, (pemerintah) menyiapkan kredit usaha rakyat sampai dengan Rp 10 triliun. Nah dari Rp 10 triliun itu tentunya kita berharap ini bisa direalisasikan di tahun depan,” kata Airlangga.

Gig Economy merupakan pola kerja berbasis proyek atau tugas jangka pendek yang memanfaatkan platform digital, di mana pelaku tidak terikat pada hubungan kerja tetap. Model kerja ini mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi kreatif, layanan berbasis aplikasi, hingga pengembangan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT), yang kini banyak diminati generasi muda.

Nantinya, masing-masing project Gig Economy bisa mendapat plafon pinjaman KUR hingga Rp 500 juta. Plafon masih dapat bertambah tergantung kebutuhan,

“Nanti kalau ada use case, ada case lebih dari Rp 500 juta, kita beri juga kita buka,” ujar Airlangga.
Menko Perekonomian ini mengaku program tersebut akan menyasar 15 daerah, di mana Jakarta menjadi lokasi pilot project dari program pelatihan Gig Economy.

Data dari Google mengungkapkan Indonesia sebagai negara dengan perusahaan yang mengadopsi AI tertinggi di ASEAN dengan angka 24,6 persen, dan menduduki peringkat nomor 4 di seluruh Asia. Sementara nilai pasar AI di Indonesia diperkirakan akan mencapai 70,6 miliar dolar AS.

Program ini akan meningkatkan ekosistem AI dan akan didorong untuk pengembangannya di 15 daerah bekerja sama dengan berbagai pihak di sektor digital. (IND)