KUDUS, Kaifanews – Suasana haru menyelimuti rumah Sutiyono, warga Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jumat (9/1/2026). Bupati Kudus Sam’ani Intakoris datang langsung untuk menyerahkan bantuan alat bantu anggota gerak atas berupa tangan prostetik, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kudus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bantuan tersebut diberikan kepada Sutiyono, seorang pekerja bangunan yang harus kehilangan kedua tangannya akibat kecelakaan kerja tersengat listrik. Tak hanya itu, pada kesempatan yang sama, PMI Kabupaten Kudus juga menyalurkan kursi roda kepada Sri Yanto, warga Desa Lau, Kecamatan Dawe, yang diwakili oleh pihak keluarga saat penyerahan.

Bupati Sam’ani menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah dan PMI terhadap masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan fisik, sekaligus upaya untuk memulihkan semangat hidup para penerima.

“Hari ini kita hadir untuk memberikan bantuan. Dari PMI Kabupaten Kudus memberikan tangan palsu untuk Pak Sutiyono, dan kursi roda untuk Pak Sri Yanto. Ini bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat,” ujar Sam’ani.

Ia menambahkan, Pemkab Kudus tidak ingin bantuan berhenti sebatas pemberian alat, tetapi juga mendorong penerima agar kembali berdaya dan mandiri. Untuk itu, pemerintah siap memfasilitasi pelatihan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) maupun program khusus bagi penyandang disabilitas.

“Pak Sutiyono punya semangat untuk bekerja kembali. Nanti akan kita arahkan ke pelatihan-pelatihan di Disnakerperinkop dan UKM, bisa pelatihan daring atau pelatihan khusus disabilitas, supaya beliau tetap produktif,” jelasnya.

Selain alat bantu, PMI juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok berupa beras dan ransum. Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial disebut akan terus melakukan pendampingan, termasuk memastikan Sutiyono masuk dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Tenaga Rentan.

“Kami minta Dinas Sosial untuk terus memantau. Sepanjang ada informasi dan masyarakat membutuhkan bantuan, pasti akan kita cek dan kita bantu,” tegas Bupati.

Sementara itu, Sutiyono tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku sangat bersyukur atas bantuan tangan prostetik yang diterimanya.

“Kami sekeluarga sangat bahagia. Dengan tangan bantuan ini, semoga saya bisa kembali beraktivitas dan bekerja. Anak-anak juga tidak takut lagi kalau bertemu orang. Saya sangat terharu dan terbantu,” tutur Sutiyono dengan suara bergetar.

Bagi Sutiyono, bantuan tersebut bukan sekadar alat, melainkan harapan baru untuk bangkit dan menata kembali kehidupan bersama keluarganya.