JAKARTA,, Kaifanews – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan laptop gratis kepada siswa Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya mendorong pembelajaran berbasis digital dan pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa program tersebut merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital, sekaligus memastikan siswa Sekolah Rakyat tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi informasi.
“Laptop ini kami berikan agar anak-anak Sekolah Rakyat dapat mengikuti proses pembelajaran berbasis digital dengan baik, setara dengan siswa di sekolah lainnya,” ujar Menteri Sosial.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi kebutuhan mendesak, seiring dengan berkembangnya metode pendidikan yang mengandalkan platform digital, akses internet, serta materi pembelajaran berbasis daring.
Hingga pertengahan Agustus 2025, Sekolah Rakyat sudah hadir di 67 titik dari target 100 titik di seluruh Indonesia. Artinya, sebentar lagi makin banyak anak-anak di berbagai daerah bisa merasakan manfaat pendidikan yang lebih modern.
Total Laptop yang Dibagikan
Program ini menjangkau 15.370 siswa, dengan pembagian fasilitas berupa laptop secara bertahap:
Tahap pertama (akhir Agustus 2025): 9.705 siswa menerima laptop
Tahap kedua (September 2025): 5.665 siswa menerima laptop
Laptop yang dibagikan spesifikasinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan tiap jenjang pendidikan siswa, sehingga benar-benar bisa membantu proses belajar.
Antusiasme siswa terlihat tinggi dalam mengikuti pembelajaran berbasis audio visual. Diharapkan, program ini dapat terus berkelanjutan agar pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi semakin dirasakan oleh siswa di daerah perbatasan.
Dengan adanya fasilitas ini, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membekali siswanya dengan keterampilan digital yang akan sangat berguna di masa depan.
Selain menunjang kegiatan belajar mengajar, bantuan laptop tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan literasi digital siswa, memperluas wawasan, serta mendukung pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Menteri Sosial menegaskan, program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan perangkat, tetapi juga akan dibarengi dengan pendampingan dan pengawasan agar laptop digunakan secara optimal untuk kegiatan pendidikan.
Program laptop gratis ini menyasar siswa Sekolah Rakyat di berbagai daerah, khususnya wilayah dengan keterbatasan sarana pendidikan dan akses teknologi. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Kemensos juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan pemerintah daerah terkait untuk memastikan keberlanjutan program serta dukungan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan internet dan pelatihan bagi tenaga pendidik.








