PATI, Kaifanews – Balai Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, siang itu dipenuhi pengungsi banjir. Kasur tipis dan tikar tergelar di lantai, sementara warga berusaha beristirahat di sela aktivitas relawan dan petugas yang hilir mudik mengurus kebutuhan logistik.
Di tengah suasana tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyempatkan diri duduk berdekatan dengan para pengungsi.
Didampingi istri, Hj Nawal Arafah Yasin, ia menyapa satu per satu warga terdampak, termasuk seorang lansia bernama Waginem (65), yang sebelumnya dilaporkan sempat terpeleset dan jatuh di area pengungsian.
Dengan nada lembut, Taj Yasin menanyakan kondisi kesehatan Waginem dan memastikan apakah masih merasakan sakit akibat insiden tersebut.
“Mbah kemarin jatuh, nggih? Sekarang bagian mana yang masih sakit?” tanya Taj Yasin pada Rabu, 21 Januari 2026.
Waginem mengaku kondisinya sudah membaik. Namun, ia enggan menjalani pemeriksaan lanjutan karena merasa tidak ingin merepotkan petugas kesehatan. Meski begitu, Taj Yasin tetap meminta agar lansia tersebut mendapatkan perhatian medis guna memastikan tidak ada cedera tersembunyi.
“Tadi memang ada lansia yang sempat jatuh. Harusnya tetap dilakukan pemeriksaan lanjutan. Kalau bisa, rontgennya dibawa ke sini supaya bisa dipastikan tidak ada luka dalam,” ujar Taj Yasin usai peninjauan.
Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai bentuk pencegahan, mengingat kondisi lansia yang lebih rentan mengalami komplikasi, terlebih di situasi darurat seperti banjir.
Selain menyoroti aspek kesehatan, Taj Yasin memastikan layanan dasar di lokasi pengungsian berjalan dengan baik. Ia menyebut ketersediaan obat-obatan mencukupi, dapur umum beroperasi lancar, dan distribusi makanan rutin dilakukan.
“Untuk layanan kesehatan alhamdulillah sudah berjalan baik, obat-obatan tersedia, dan dari dapur umum juga rutin dikirim,” katanya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Jawa Tengah memastikan pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti lansia, tetap mendapatkan pelayanan dan perlindungan selama berada di pengungsian.
Pada 21 Januari 2026, Pemprov Jawa Tengah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Pati dengan total nilai Rp 84,196 juta. Bantuan mencakup dukungan permakanan dan nonpermakanan, logistik pengungsian, serta paket obat-obatan kebencanaan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pati telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana melalui Surat Keputusan Bupati Pati Nomor 400.9.10.2/0041 Tahun 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 10 hingga 23 Januari 2026.








