JAKARTA, Kaifanews Kementerian Agama (Kemenag) RI dijadwalkan akan mengumumkan hasil seleksi akhir Petugas Haji Daerah (PHD) tahun 1447 H/2026 M pada Jumat, 23 Januari 2026. Sebanyak 1.056 orang akan dinyatakan terpilih untuk mengemban amanah sebagai garda terdepan pelayanan jemaah haji di Tanah Suci. Pengumuman ini menjadi momen yang paling dinantikan oleh ribuan peserta yang telah melewati rangkaian seleksi kompetensi dan manajerial yang ketat di tingkat provinsi masing-masing.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Proses rekrutmen PHD tahun ini dilakukan secara transparan melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara pendalaman. Kehadiran 1.056 petugas baru ini diharapkan dapat memperkuat tiga fungsi utama pelayanan haji, yaitu pelayanan ibadah, pelayanan kesehatan, serta pelayanan umum dan perlindungan jemaah.

Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj), Chandra Sulistio Reksoprodjo, menjelaskan bahwa ribuan petugas yang terpilih ini nantinya akan didistribusikan ke seluruh kelompok terbang (kloter) untuk mendampingi jemaah haji dari berbagai daerah di Indonesia.

“Besok, sesuai jadwal, kami akan mengumumkan hasil akhir seleksi Petugas Haji Daerah. Total ada 1.056 orang yang akan direkrut secara nasional. Mereka adalah orang-orang terpilih yang telah lolos verifikasi berkas hingga tes kompetensi,” ujar Chandra Sulistio Reksoprodjo dalam keterangannya.

Chandra menambahkan bahwa seleksi tahun ini menitikberatkan pada kemampuan integrasi petugas dalam menangani jemaah lansia.

“Sesuai dengan semangat ‘Haji Ramah Lansia’, para petugas yang lulus besok diharapkan memiliki ketangguhan fisik dan empati tinggi. Mereka bukan hanya sekadar pendamping teknis, tapi merupakan pelayan tamu Allah yang sesungguhnya,” tambahnya.

Setelah pengumuman dirilis, para peserta yang dinyatakan lulus wajib mengikuti rangkaian pembekalan atau integrasi dengan petugas yang direkrut oleh Kemenag pusat. Hal ini dilakukan agar tercipta kesamaan persepsi dan standar operasional prosedur (SOP) selama bertugas di Arab Saudi.

Para peserta diimbau untuk memantau hasil seleksi melalui portal resmi Kemenag atau aplikasi Pusaka Superapps. Kemenag menegaskan bahwa seluruh proses seleksi ini tidak dipungut biaya sepeser pun dan meminta masyarakat waspada terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.