Kaifanews.com – Hanya dalam hitungan hari sejak menjabat, Michael Carrick berhasil menyulap wajah Manchester United dari tim yang dilanda krisis menjadi kekuatan yang menakutkan di Premier League. Kemenangan dramatis 3-2 atas Arsenal di Emirates Stadium semalam menjadi kemenangan besar kedua berturut-turut bagi pelatih interim tersebut setelah sebelumnya sukses menggulung Manchester City.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hasil impresif ini sekaligus melesatkan “Setan Merah” masuk ke zona empat besar klasemen sementara, sebuah pencapaian yang sempat dianggap mustahil oleh publik sepak bola Inggris beberapa pekan lalu. Fenomena yang kini mulai dijuluki sebagai “Carrickball” ini membuktikan bahwa stabilitas taktis dan pendekatan personal mampu membawa transformasi instan bagi raksasa yang sedang tertidur.

Publik sepak bola dunia dibuat terkejut dengan kecepatan adaptasi para pemain Manchester United di bawah arahan Carrick. Dari tim yang terlihat kehilangan arah, MU kini menjelma menjadi “pembunuh raksasa” yang klinis. Fokus utama yang menjadi sorotan adalah keberanian Carrick dalam meramu komposisi lini belakang di tengah absennya bek utama, Matthijs de Ligt.

Meski harus kebobolan dua gol—termasuk satu gol bunuh diri yang tidak beruntung—stabilitas pertahanan MU secara keseluruhan menunjukkan peningkatan drastis. Carrick secara mengejutkan mampu mengembalikan Harry Maguire ke level terbaiknya. Bek senior Inggris tersebut tampil disiplin dan menjadi sosok kunci dalam meredam agresivitas Bukayo Saka serta Martin Odegaard di sepanjang laga.

“Kami fokus pada hal-hal mendasar. Stabilitas adalah kuncinya. Saya meminta para pemain untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan bekerja sebagai satu unit yang solid,” ujar Michael Carrick menanggapi kemenangan tersebut sebagaimana dikutip dari DetikSport.

Keberhasilan Carrick ini juga menepis keraguan banyak pihak mengenai statusnya sebagai pelatih interim. Dengan mengamankan enam poin dari dua laga krusial melawan tim papan atas, MU kini berada di jalur yang tepat untuk memperebutkan tiket Liga Champions. Efektivitas transisi permainan dan ketajaman dalam memanfaatkan momen krusial menjadi identitas baru yang dibawa oleh eks gelandang legendaris United tersebut.

Kini, tantangan berikutnya bagi “Carrickball” adalah mempertahankan konsistensi performa saat menghadapi tim-tim menengah, guna membuktikan bahwa kebangkitan MU bukan sekadar momentum sesaat, melainkan awal dari era baru yang lebih stabil di Teater Impian.