KUDUS, Kaifanews – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memberikan pengarahan kepada aparatur sipil negara (ASN) di Kelurahan Mlatinorowito, Rabu (24/12/2025). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus dalam memperkuat kualitas pelayanan publik agar semakin responsif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sam’ani menegaskan bahwa ASN merupakan garda terdepan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada warga. Oleh karena itu, ia meminta seluruh ASN untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, serta menjunjung tinggi etika pelayanan.
“Pelayanan publik bukan sekadar menjalankan prosedur, tetapi bagaimana kita benar-benar hadir untuk membantu masyarakat. Layani dengan sepenuh hati, ramah, disiplin, dan profesional,” tegasnya.
Bupati juga kembali menekankan pentingnya penerapan budaya Senyum Simpang Tujuh dalam setiap aktivitas pelayanan. Budaya tersebut dinilai bukan hanya simbol, tetapi harus menjadi karakter dan sikap nyata ASN dalam berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, senyum, sapaan yang baik, dan sikap peduli mampu menciptakan suasana pelayanan yang nyaman dan meningkatkan kepercayaan publik.
“Senyum Simpang Tujuh adalah identitas pelayanan publik Kabupaten Kudus. Ini harus benar-benar hidup dan tercermin dalam sikap kita sehari-hari saat melayani masyarakat,” ujarnya.
Selain keramahan, Bupati Sam’ani juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan profesionalisme dalam bekerja. Ia meminta ASN mematuhi jam kerja, meningkatkan kompetensi, serta memahami tugas dan fungsi masing-masing agar pelayanan dapat berjalan cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit.
Pengarahan tersebut disambut positif oleh para ASN Kelurahan Mlatinorowito. Melalui kegiatan ini, Pemkab Kudus berharap seluruh aparatur semakin termotivasi untuk memberikan pelayanan publik yang prima, transparan, dan berkeadilan, sehingga mampu menghadirkan pemerintahan yang dekat dan dipercaya oleh masyarakat. (Mr)








