KUDUS, Kaifanews — Suasana berbeda terasa dalam rangkaian kegiatan peringatan hari ulang tahun ke-82 di SMP Negeri 5 Kudus. Tidak hanya menampilkan seremoni, sekolah ini menghadirkan pengalaman belajar yang berkelanjutan melalui perpaduan seni, budaya, religi dan kreativitas siswa.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan angklung yang dimainkan langsung oleh para siswa bersama tamu undangan. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari implementasi pembelajaran luar kelas yang dikembangkan secara berkelanjutan.
Kepala SMPN 5 Kudus Siti Fatimah menjelaskan, penggunaan angklung merupakan tindak lanjut dari program outing class yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Salah satu lokasi yang pernah dikunjungi adalah Saung Angklung Udjo di Bandung.
“Setiap tahun kami mengajak siswa belajar di luar kelas. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Saung Angklung Udjo. Dari sana, kami kenalkan musik tradisional, lalu kami tindak lanjuti di sekolah,” ujarnya pada Kamis 30 Mei 2026.
Ia menegaskan, konsep tersebut sengaja dihadirkan agar proses belajar tidak berhenti saat kegiatan luar kelas selesai, tetapi terus berlanjut dan memberi dampak nyata.
“Supaya kegiatan outing class itu benar-benar ada kontinuitasnya. Tidak hanya selesai di hari itu, tapi berkelanjutan. Jadi apa yang dipelajari tidak sia-sia,” katanya.
Menurutnya, antusiasme siswa dalam memainkan angklung sangat tinggi. Bahkan, para tamu undangan yang hadir juga diajak bermain secara spontan dan mampu mengikuti dengan baik.
“Alhamdulillah anak-anak sangat antusias. Bahkan tadi tamu undangan juga diajak bermain bersama dan ternyata bisa. Ini menunjukkan bahwa bermusik itu mudah dan menyenangkan,” jelasnya.
Selain penampilan angklung, kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah pameran karya siswa kelas IX. Pameran ini menjadi bagian dari proyek akhir tahun dalam mata pelajaran seni budaya.
Beragam karya ditampilkan, mulai dari lukisan hingga miniatur berbahan dasar barang bekas seperti rumah-rumahan dan kendaraan. Karya-karya tersebut sebagian besar dibuat secara berkelompok, dengan satu lukisan dikerjakan oleh empat hingga lima siswa.
“Di situ mereka belajar berkolaborasi, menuangkan ide kreatif, dan saling menghargai. Karena kalau tidak saling mendukung, karya itu tidak akan jadi,” paparnya.
Pameran tahun ini juga menghadirkan inovasi baru. Jika sebelumnya karya siswa hanya dipajang di masing-masing kelas, kini seluruh karya ditampilkan terpusat dalam satu ruang utama agar lebih mudah diakses dan diapresiasi.
“Biasanya pameran hanya di kelas, anak-anak sekadar melihat-lihat. Sekarang kita pusatkan supaya lebih maksimal dan bisa meningkatkan motivasi mereka untuk terus berkarya,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, karya terbaik nantinya akan dipasang di berbagai sudut sekolah. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga bagi siswa sekaligus menjadi inspirasi bagi teman-temannya.
“Karya terbaik akan kita pasang di ruang-ruang sekolah. Anak-anak pasti merasa bangga ketika hasil karyanya bisa dipajang dan dilihat banyak orang,” katanya.

Mengusung tema “Esmaku Bertumbuh, Harmoni dalam Menggapai Prestasi”, Siti Fatimah menekankan bahwa proses bertumbuh merupakan bagian dari ikhtiar panjang dalam dunia pendidikan.
“Bertumbuh itu artinya ada proses, ada usaha. Kami ingin siswa tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkembang secara harmonis, baik dari sisi akademik maupun karakter,” jelasnya.
Salah satu siswi kelas IX, Ayatul Khusna mengungkapkan rasa puasnya dapat menyelesaikan karya yang dibuatnya.
“Saya bikin Bajaj karena selain biar beda dari yang lain dan saya memang suka bajaj dari dulu.
Ia mengaku kesukaannya pada kendaraan roda tiga tersebut sejak dari kecil yang disaksikannya di televisi.
“Di film film itu bajaj kelihatan unik, lucu dan punya ciri khasnya tersendiri. Kebetulan juga saya suka film India
Dalam kegiatan itu, Aya turut memberikan selamat atas HUT SMPN 5 dan berharap kedepannya sekolah tersebut dapat berkembang lebih baik lagi.
“Semoga SMP 5 Kudus bisa lebih baik dan berkembang untuk menjadi sekolah favorit karena kualitas yang dimilikinya,” tandasnya. (*)







