KUDUS, Kaifanews – Sebanyak 200 peserta memadati lapangan Alun-alun Simpang 7 Kudus pada Senin sore 27 Juli 2026, untuk berlatih Tari Lajur Caping Kalo bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Latihan tersebut merupakan simulasi persiapan pengisian acara pada pengibaran bendera 17 Agustus mendatang sekaligus tahapan menuju pemecahan rekor MURI pada HUT Kabupaten Kudus mendatang.

“Hari ini kita ada simulasi untuk pengisian acara di pengibaran bendera tanggal 17 nanti,” ujar Endhah di sela latihan.

Menurutnya kegiatan ini penting untuk mengkoordinasikan ratusan peserta agar menguasai lapangan, alur masuk, hingga formasi tarian.

“Kenapa kok kita harus berlatih gini? Biar mereka menguasai lapangan dulu, nanti kita masuk dari mana, dan harus gimana. Kita bagi tiga sisi utara, timur dan barat,” jelasnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris memimpin latihan Tari Lajur Caping Kalo bersama 200 peserta di Alun-alun Simpang 7, Senin 27 Juli 2026. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Ia menyebut 200 peserta berasal dari berbagai elemen mulai SMP, SMA, hingga umum yang sebelumnya telah mengikuti lomba Tari Caping Kalo secara daring lewat pengiriman video.

“Yang mengikuti kegiatan ini dari berbagai elemen mulai dari SMP, SMA sederajat, sama umum. Kami telah berkoordinasi dengan Disbudpar yang kemarin mengikuti lomba ini masuk di sini semua,” paparnya.

Tari Lajur Caping Kalo dipilih sebagai bentuk pengenalan budaya lokal ke masyarakat luas secara langsung, setelah sebelumnya hanya dinilai lewat video.

“Jadi Tari Lajur Caping Kalo ini adalah bentuk dari kami menuju rekor MURI, pengenalan ke masyarakat secara luas. Karena kemarin kita hanya kelompok-kelompok mengirimkan video, terus kita ada lomba. Ini nanti bisa dilihat secara langsung oleh masyarakat luas,” imbuhnya.

Sebanyak 200 penari dari SMP, SMA hingga umum mengikuti gladi bersih Tari Caping Kalo untuk persiapan upacara 17 Agustus. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Endhah juga memastikan gladi ini akan melibatkan semua tamu upacara, mulai dari Bupati, tamu undangan, hingga seluruh masyarakat yang hadir.

“Nanti Pak Bupati juga ikut, tamu yang hadir semua yang hadir di sini ikut semua. Termasuk warga yang hadir juga boleh ikut menari agar merasakan langsung keindahan Tari tradisional kita ini,” tandasnya. (*)