KUDUS, Kaifanews — Langkah tegap pasukan inti pembawa bendera dan cikal membuka perjalanan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah di Kabupaten Kudus. Setelah menempuh perjalanan dari Jepara, simbol kepramukaan itu resmi berpindah tangan kepada Kwartir Cabang (Kwarcab) Kudus dalam prosesi timbang terima di Halaman Balai Desa Blimbing Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Senin sore, 31 Agustus 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua Kwarcab Jepara Kak Ratib Zaini, AP, M.Si menyerahkan Estafet Tunas Kelapa kepada Ketua Kwarcab Kudus Kak Bellinda Putri Sabrina Birton, S.Ked. Serah terima tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan ETK di wilayah Kabupaten Kudus.

“Estafet Tunas Kelapa merupakan tradisi kepramukaan yang menjadi simbol kesinambungan dan semangat kebersamaan. Setelah diterima dari Jepara, kami akan melanjutkan perjalanan ini di wilayah Kudus,” ujar Bellinda.

Usai timbang terima, rombongan tidak langsung berhenti. Tunas kelapa bersama atribut kepramukaan kemudian diarak menuju Balai Desa Banget untuk menjalani persemayaman.

Persemayaman menjadi salah satu tahapan dalam rangkaian perjalanan ETK sebelum kembali diberangkatkan untuk melanjutkan kirab pada hari berikutnya.

Perjalanan ETK di Kudus akan kembali bergulir pada Selasa, 1 September 2026. Kali ini, Kwarcab Kudus dijadwalkan menerima estafet dari Kwarcab Pati di kawasan Bulungcangkring.

Dari titik tersebut, rombongan akan membawa simbol tunas kelapa menyusuri sejumlah wilayah Kabupaten Kudus. Kirab dijadwalkan melewati lima kecamatan, yakni Jekulo, Mejobo, Bae, Kota Kudus, dan Jati.

Sepanjang perjalanan, iring-iringan ETK akan menjadi perhatian masyarakat. Anggota Pramuka dari golongan Siaga hingga Penegak turut terlibat dalam rangkaian kirab, bersama masyarakat yang menyambut rombongan di sepanjang rute.

Kibaran bendera Merah Putih dan obor yang mengiringi perjalanan membuat suasana kirab semakin semarak. Kehadiran berbagai kelompok Pramuka dari sejumlah tingkatan juga memperlihatkan keterlibatan generasi muda dalam mempertahankan tradisi kepramukaan.

Bellinda mengatakan perjalanan ETK menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan antaranggota Pramuka sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kepramukaan kepada masyarakat.

“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi kirab, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kedisiplinan dan kecintaan terhadap Gerakan Pramuka,” katanya.

Perjalanan tunas kelapa di Kudus menjadi bagian dari rangkaian ETK Kwarda Jawa Tengah. Setelah melalui sejumlah wilayah, estafet tersebut terus berpindah dari satu Kwarcab ke Kwarcab lainnya dengan membawa simbol kesinambungan gerakan Pramuka.

Kirab yang melintasi sejumlah kecamatan di Kudus sekaligus menjadi ruang bagi Pramuka dan masyarakat untuk berinteraksi secara langsung. Semangat gotong royong, kedisiplinan dan kebersamaan diharapkan ikut terasa sepanjang perjalanan.

“Semoga seluruh rangkaian ETK di Kabupaten Kudus berjalan lancar dan dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh anggota Pramuka maupun masyarakat yang ikut menyaksikan,” tandasnya.