KUDUS, kaifanews.com — Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 resmi berakhir pada Minggu (26/10) di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus. Selama 16 hari perhelatan berlangsung, ribuan atlet dari berbagai provinsi bertarung sengit memperebutkan medali di sepuluh cabang olahraga bela diri. Namun, di balik sorotan prestasi dan perebutan juara, terselip kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Kudus yang sukses menjadi tuan rumah event olahraga nasional berskala besar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bupati Kudus Dr. Ars Sam’ani Intakoris, S.T., M.T., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan ajang bergengsi ini. Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan PON Bela Diri di Kudus menjadi bukti bahwa daerahnya siap menjadi salah satu pusat sport tourism nasional di masa mendatang.

 

 

“Dengan hadirnya ribuan atlet, ofisial, serta penonton dari berbagai daerah di Kudus, dampaknya luar biasa. Tidak hanya dari sisi prestasi olahraga, tapi juga bagi perekonomian lokal. Sektor UMKM, hotel, rumah makan, hingga transportasi, semuanya bergerak. Ini anugerah besar bagi masyarakat Kudus,” ujar Sam’ani usai penutupan PON Bela Diri Kudus 2025, Minggu malam.

Menurutnya, penyelenggaraan PON Bela Diri 2025 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Kudus sebagai kota yang ramah terhadap kegiatan olahraga nasional. Ia menilai, kolaborasi antara KONI Pusat, Djarum Foundation, Kemenpora, dan Pemkab Kudus merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan olahraga sekaligus memperkuat potensi ekonomi daerah.

“Kami berterima kasih kepada KONI Pusat dan Djarum Foundation yang telah mempercayakan Kudus sebagai tuan rumah. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan serupa, baik skala nasional maupun internasional, agar Kudus semakin dikenal sebagai destinasi sport tourism unggulan di Jawa Tengah,” tutur Sam’ani.

Bupati juga menyinggung bagaimana PON Bela Diri 2025 membawa efek berganda bagi perekonomian warga. Selama dua pekan penyelenggaraan, tingkat okupansi hotel meningkat tajam, pusat kuliner dan oleh-oleh ramai dikunjungi, serta para pelaku UMKM mendapat peningkatan omzet signifikan.

“Dari laporan yang kami terima, perputaran ekonomi selama PON Bela Diri berlangsung cukup besar. Ini membuktikan bahwa event olahraga tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” imbuhnya.

Sam’ani berharap ajang serupa dapat kembali digelar di Kudus pada 2027 mendatang, dengan persiapan yang lebih matang dan fasilitas yang lebih representatif. Ia menyebut, Djarum Arena Kaliputu terbukti mampu menampung ribuan penonton dan atlet, serta menjadi salah satu arena bela diri terbaik di Indonesia.

“Kami siap menyambut event berikutnya. Kudus bukan hanya kota industri dan religius, tapi juga kini menjadi kota yang punya semangat besar di bidang olahraga,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman turut memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Kudus dan masyarakat setempat atas dukungan mereka selama penyelenggaraan PON Bela Diri 2025. Ia menilai Kudus telah berhasil menjadi tuan rumah yang hangat dan profesional, bahkan di atas ekspektasi.

PON Bela Diri Kudus 2025 diikuti 2.645 atlet dari berbagai provinsi, dengan DKI Jakarta keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu. Ajang ini menjadi kolaborasi besar antara KONI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kemenpora, dan Pemkab Kudus — serta mendapat dukungan berbagai pihak swasta dan media nasional.

Dengan berakhirnya PON Bela Diri 2025, Kabupaten Kudus tidak hanya mencatat sejarah baru sebagai tuan rumah ajang olahraga bergengsi, tetapi juga menegaskan komitmennya sebagai kota kecil dengan visi besar: menjadi poros sport tourism Indonesia.(UR)