Kudus, Kaifanews.com— Organisasi masyarakat Lindu Aji Kudus akan menandai usia ke-9 dengan perayaan sederhana namun sarat makna, Minggu, 2 November 2025, di Balai Jagong Kudus. Mengusung tema “Satrio Piningit”, acara ini menjadi momentum bagi para anggota untuk mempertegas jati diri sebagai kesatria yang rendah hati, namun berdaya dalam pengabdian kepada masyarakat.
Ketua DPC Lindu Aji Kudus, Suhadi, menyebut perayaan tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi dia, sembilan tahun perjalanan Lindu Aji adalah perjalanan moral dan sosial, di mana nilai kesatria diuji dalam tindakan, bukan kata.

“Makna dari Lindu Aji ke-9 ini kami tuangkan dalam simbol berkuda di kaos peringatan. Itu menggambarkan ketenangan yang berisi kekuatan. Kita diam, tapi penuh kemenangan. Tidak perlu sombong, cukup rendah hati, karena kebaikan pasti akan menunai kemenangan,” ujar Suhadi kepada Kaifa News Jumat, 31 Oktober 2025.
Dua Periode Kepemimpinan dan 1.000 Porsi Soto
Lindu Aji Kudus berdiri sembilan tahun lalu, dan kini Suhadi memasuki periode kedua kepemimpinannya yang akan berakhir pada 2029. Ia menyebut, konsistensi organisasi bukan diukur dari seberapa besar nama yang dikenal publik, melainkan dari seberapa nyata manfaat yang dirasakan masyarakat.
Dalam perayaan kali ini, panitia menyiapkan senam bersama dan 1.000 porsi soto gratis bagi warga Kudus. Semua disajikan di kawasan Balai Jagong sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
“Kami ingin perayaan ini tidak eksklusif. Semua warga bisa ikut senam, makan bersama, dan bergembira. Ini tentang kesehatan, kebersamaan, dan rasa syukur,” kata Suhadi.
“Satrio Piningit”: Kesatria yang Tak Mencari Sorotan
Tema “Satrio Piningit” dipilih bukan tanpa alasan. Dalam pandangan Suhadi, filosofi ini menegaskan karakter ideal anggota Lindu Aji: berbuat banyak tanpa mencari pujian, hadir tanpa harus disorot.
“Satrio Piningit adalah lambang kesatria sejati. Ia tidak menonjolkan diri, tapi selalu siap ketika dibutuhkan. Itu nilai yang ingin kami tanamkan di tubuh organisasi,” ujarnya.
Solidaritas dan Siaga Sosial
Selain kegiatan sosial dan olahraga, Lindu Aji Kudus juga dikenal aktif dalam menjaga keamanan dan membantu masyarakat, terutama saat terjadi bencana. Di bawah kepemimpinan Suhadi, anggota Lindu Aji kerap diterjunkan membantu evakuasi warga dan logistik di wilayah terdampak.
“Kami selalu siap bila masyarakat membutuhkan. Apalagi di musim bencana, anggota kami sudah terbiasa terjun langsung. Kami bagian dari masyarakat, bukan di atasnya,” tegasnya.
Menjaga Kekompakan, Menjadi Teladan
Menutup pesannya, Suhadi meminta seluruh anggota agar tetap kompak dan disiplin. Bagi dia, eksistensi Lindu Aji tidak diukur dari banyaknya atribut, melainkan dari kepercayaan masyarakat yang tumbuh karena tindakan nyata.
“Satu komando, tetap solid, dan terus berbuat baik. Kalau masyarakat mencintai kita, berarti kita sudah menang,” ucapnya.
Dengan usia yang makin matang, Lindu Aji Kudus melangkah dengan keyakinan baru: rendah hati untuk meroket, diam untuk menang. Seperti “Satrio Piningit” yang tidak menunggu panggung, tapi menciptakan panggung dari ketulusan.
Reporter : nor rochmad
Editor : redaksi Kaifa News








