KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton dan Ketua DPRD Kudus Masan melakukan konsultasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta Pusat, belum lama ini.
Pertemuan tersebut membahas capaian pelaksanaan, berbagai tantangan di lapangan, serta strategi peningkatan kualitas gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau 92.821 penerima di Kabupaten Kudus.
“Kami bersama seluruh pemangku kepentingan berupaya semaksimal mungkin agar program MBG berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujar Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari satuan pendidikan, tenaga gizi, hingga pelaku UMKM lokal dalam penyediaan menu sehat dan bergizi bagi anak-anak. Hingga kini, 21 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Melibatkan UMKM lokal tidak hanya menjamin ketersediaan bahan makanan segar, tetapi juga memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat. Kami terus menjalin komunikasi intensif dengan sekolah dan SPPG agar pelaksanaan di lapangan terpantau dengan baik,” tambahnya.
Untuk meningkatkan transparansi, Pemkab Kudus meluncurkan aplikasi “Kudus Sehat” yang berfungsi memantau kualitas makanan secara digital. Setiap SPPG diwajibkan memasang kamera CCTV yang terhubung ke aplikasi tersebut, sehingga masyarakat dapat memantau proses penyediaan makanan secara real time.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat mutu pelayanan gizi sekaligus mendorong gerakan menabung sejak dini serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor pertanian, peternakan, dan UMKM.
“Sekarang seluruh masyarakat bisa ikut memantau persiapan dan pelaksanaan MBG melalui aplikasi Kudus Sehat,” jelas Sam’ani.
Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Budi Utomo, menyambut baik inovasi tersebut. Menurutnya, pemantauan real time yang dapat diakses publik merupakan langkah maju dalam mewujudkan transparansi program gizi.
“Pemantauan langsung di SPPG adalah inovasi yang patut diapresiasi. Kami mendukung penuh upaya Pemkab Kudus dalam memaksimalkan pelaksanaan MBG untuk anak-anak di Kudus,” ungkap Budi. (Mr)








