KUDUS – Di tengah berkembangnya teknologi dan maraknya penggunaan jam digital, keberadaan jasa reparasi jam masih tetap diminati masyarakat. Salah satunya berada di Kios Pasar Jember Blok D16, Kabupaten Kudus. Di sudut pasar ini, berdiri usaha reparasi jam milik Mas’ud, pemilik “Toko Jam Utama”, yang sudah 35 tahun menekuni dunia perjam-jaman.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mas’ud menceritakan bahwa ia telah berkecimpung di bidang ini sejak tahun 1990-an. Mulai dari menjual jam tangan hingga memperbaiki berbagai jenis jam, baik jam tangan maupun jam dinding.

“Sudah dari tahun 90-an, kurang lebih 35 tahunan menekuni usaha ini,” ungkap Mas’ud.

Sebelum membuka kios di Pasar Jember, Mas’ud lebih dulu membuka toko jam di Pasar Kliwon. Hingga kini toko tersebut masih beroperasi dan dikelola oleh istri serta anaknya.

“Awal membuka usaha reparasi dan penjualan jam pertama dulu di Pasar Kliwon. Sampai sekarang masih buka dan dikelola oleh anak dan istri saya,” tambahnya.

Keahlian memperbaiki jam yang ia miliki bukan didapat secara instan. Mas’ud menyebutkan bahwa kemampuannya merupakan keterampilan turun-temurun dari keluarga.

“Keahlian ini merupakan turunan dari kakek, kemudian diturunkan ke bapak, dari bapak turun ke saya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa hampir semua jenis jam dapat ia tangani, mulai dari jam tangan hingga jam dinding dari berbagai merek dan kondisi.

“Segala jenis jam insyaallah bisa saya perbaiki. Dari jam tangan hingga jam dinding, segala merek dan kondisi bisa diperbaiki,” ujar Mas’ud.

Toko Jam Utama buka setiap hari dari pukul 09.30 hingga 16.00 WIB. Meskipun sederhana, pelanggan tetap terus berdatangan, baik untuk perbaikan kecil seperti ganti baterai maupun servis total.

Salah satu pelanggan, Rizky, mengaku sudah menjadi langganan di tempat ini. Selain harga yang terjangkau, lokasi toko juga mudah dijangkau dari tempat kerjanya.

“Sudah langganan memperbaiki jam tangan di sini. Hari ini saya ganti baterai jam. Ya karena memang murah dan searah dengan tempat kerja, jadi sekalian mampir,” tuturnya.

Keberadaan Toko Jam Utama menjadi bukti bahwa jasa reparasi tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Keahlian turun-temurun yang dipertahankan Mas’ud membuat tokonya tetap eksis di tengah persaingan modern. (Kiq)