KAIFANEWS – Untuk mengatasi asam lambung, ubah pola makan menjadi porsi kecil namun lebih sering, hindari berbaring setelah makan, dan tidur dengan posisi kepala lebih tinggi. Selain itu, konsumsi minuman hangat seperti air putih, teh jahe, atau susu rendah lemak, sambil menghindari makanan atau minuman pemicu seperti minuman berkafein, berkarbonasi, atau asam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Saat asam lambung naik

  1. Longgarkan pakaian: Pakaian yang terlalu ketat dapat menekan perut.
  2. Minum air hangat: Air hangat dapat membantu menetralkan asam lambung.
  3. Konsumsi jahe: Jahe memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu meredakan masalah pencernaan.
  4. Beristirahat: Cobalah untuk tetap tenang dan rileks, karena panik dapat memperburuk gejala.
  5. Posisikan diri lebih tegak: Duduk tegak dan hindari membungkuk, serta tinggikan kepala saat berbaring.
  6. Kunyah permen karet: Ini dapat meningkatkan produksi air liur yang membantu menetralkan asam.

Pencegahan jangka panjang

  • Makan dengan porsi kecil: Hindari makan terlalu banyak dalam satu waktu. Makanlah dengan porsi kecil namun lebih sering.
  • Jangan langsung berbaring setelah makan: Beri jeda sekitar 2-3 jam sebelum berbaring untuk memberi waktu makanan dicerna.
  • Jaga berat badan ideal: Kelebihan berat badan dapat memberi tekanan pada perut.
  • Hindari makanan pemicu: Batasi konsumsi makanan berlemak, pedas, asam, cokelat, kafein, dan minuman berkarbonasi.
  • Hindari merokok dan alkohol: Keduanya dapat melemahkan otot sfingter esofagus bagian bawah (LES).
  • Kelola stres: Stres dapat memicu naiknya asam lambung, jadi kelola stres dengan baik.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, gejala asam lambung tidak hanya bisa dikendalikan, tetapi juga dicegah agar tidak sering kambuh. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam menjaga pola makan dan gaya hidup, serta memahami respon tubuh terhadap jenis makanan tertentu. Semakin disiplin menerapkan perubahan kecil, semakin besar peluang tubuh kembali nyaman.

Namun, bila keluhan sering muncul atau semakin parah, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Penanganan profesional diperlukan untuk memastikan tidak ada kondisi lain yang lebih serius di balik gejala tersebut. Kombinasi antara perawatan mandiri dan konsultasi yang tepat akan membantu menjaga kesehatan pencernaan secara menyeluruh. (Mr)