KUDUS – Upaya menghidupkan kembali pasar tradisional di Kabupaten Kudus kini dilakukan melalui gerakan belanja oleh aparatur sipil negara (ASN). Jumat (21/11) pagi, jajaran ASN dan pegawai Kecamatan Kaliwungu turun langsung ke Pasar Mijen untuk membeli kebutuhan harian sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pedagang lokal.
Saat rombongan tiba sekitar pukul 06.30 WIB, sebagian besar kios masih tutup. Hanya penjual sayur-mayur, bumbu dapur, ikan, daging, serta jajanan pasar yang sudah menggelar dagangan lebih awal. Meski begitu, kehadiran para ASN langsung membuat suasana pasar lebih hidup. Mereka berkeliling dari satu pedagang ke pedagang lain sambil berbelanja minimal Rp 50 ribu sesuai arahan.
Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan, yang memimpin langsung kegiatan ini, mengatakan bahwa gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Kudus melalui surat edaran.
“Saat ini peralihan belanja masyarakat dari pasar offline ke online sangat terasa dampaknya. Karena itu kami ingin menggerakkan kembali ekonomi di pasar-pasar tradisional,” ujarnya.
Satria menyebut ada empat pasar tradisional di wilayah Kaliwungu yang akan dikunjungi secara bergiliran setiap Jumat pekan ketiga: Pasar Mijen (atau Pasar Jetak), Pasar Sidorekso, dan Pasar Karangampel. Minggu ini giliran Pasar Mijen menjadi titik pelaksanaan.
Ia sendiri tampak aktif berbelanja berbagai kebutuhan: dari sayuran, cabai, bawang, timun, hingga kepiting, pete, dan aneka jajanan pasar. “Ini bentuk dukungan langsung kami kepada pedagang,” katanya.
Menurutnya, pedagang kecil sangat membutuhkan pembeli rutin agar ekonomi tetap bergerak. Karena itu, ia berharap gerakan ini tidak berhenti hanya pada ASN.
“Kami dorong keluarga ASN juga ikut membiasakan belanja di pasar tradisional. Tidak hanya pada pekan ketiga, tetapi setidaknya sekali seminggu—misalnya saat akhir pekan,” tegasnya.
Satria juga mengajak warga Kaliwungu untuk kembali meramaikan pasar terdekat. “Kalau pasar hidup, ekonomi Kudus ikut bergerak. Pada akhirnya masyarakat sendiri yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Di sisi lain, para pedagang turut merasakan dampak langsung dari kegiatan tersebut. Seorang penjual sayur di Pasar Mijen mengaku dagangannya jauh lebih laku dibanding hari biasa dan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. (Mr)








