KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya untuk ambil peran dalam mewujudkan swasembada gula nasional pada 2029. Langkah ini ditempuh melalui peningkatan produksi tebu, penguatan riset budidaya, hingga perluasan area tanam.
Penegasan itu disampaikan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat menghadiri kegiatan Tanam Bersama Bongkar Ratoon dan Perluasan Area Tanam Tebu 2025 di lahan persawahan Gapoktan Bangunharjo, Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kamis (27/11/2025). Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widarto.
Dalam sambutannya, Bupati menyatakan bahwa Kudus tidak ingin hanya menjadi penonton dalam program besar swasembada gula. Menurutnya, pengembangan tebu harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produktivitas, riset varietas unggul, hingga pendampingan intensif bagi petani.
“Kita ingin produksi tebu di Kudus naik signifikan. Saat ini rata-rata sudah mencapai sekitar 70 ton per hektare, dan angka ini masih bisa terus ditingkatkan dengan dukungan teknologi serta pola budidaya yang lebih baik,” ujar Sam’ani.
Pemkab Kudus juga membuka ruang lebih luas bagi petani untuk memperluas areal tanam. Model bongkar ratoon yang dilakukan saat ini diharapkan dapat memperbarui produktivitas lahan serta meningkatkan rendemen gula.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Perkebunan, Heru Tri Widarto, mengapresiasi langkah Kudus yang dinilai selaras dengan strategi nasional untuk memperkuat industri gula. Menurutnya, keberhasilan swasembada gula tidak hanya bergantung pada pabrik, tetapi juga pada kekuatan petani dan kualitas lahan.
Dengan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan petani, Pemkab Kudus optimistis mampu memberi kontribusi signifikan terhadap produksi gula nasional di tahun-tahun mendatang. (Mr)








