Kudus — UMKM kuliner di Kabupaten Kudus kembali kedatangan pemain baru yang tak bisa dipandang sebelah mata. Nasi Kebuli Abu Oemar yang berlokasi di Foodcourt Center Museum Kretek Getas Pejaten, sebelah selatan Museum Kretek Kudus, kini menjadi buah bibir para penikmat masakan khas Timur Tengah.
Oemar, owner sekaligus peracik utama menu di kedai ini, bukan sosok sembarangan. Sebelum membuka usaha di kampung halaman, ia pernah menghabiskan waktu sebagai chef di Jeddah, Arab Saudi, tepatnya di restoran “Surabaya Garden” selama dua tahun. Bahkan sebelumnya, ia juga dipercaya menjadi Kepala Chef di Nasi Kebuli Hanna, Mampang Jakarta Selatan, salah satu resto kebuli ternama di Jakarta.

Berbekal pengalaman internasional itulah, Oemar membawa pulang resep autentik dari Jeddah dan mengolahnya kembali agar sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia, khususnya warga Kudus. Hal inilah yang menjadikan Nasi Kebuli Abu Oemar berbeda dengan kebuli lainnya. Menggunakan beras basmati pilihan, racikan bumbu Timur Tengah, dan proses masak khas Arab, rasa kebuli di sini dibuat lebih seimbang dan mudah diterima semua kalangan.
Tak hanya masyarakat umum, bahkan Bupati Kudus, Samani Intakoris, disebut menjadi salah satu penikmat dan pelanggan setia nasi kebuli racikan Oemar. Banyak pembeli mengakui cita rasanya cocok, wangi rempahnya pas, dan porsinya memuaskan.

Menu yang tersedia pun tidak hanya nasi kebuli kambing dan ayam. Abu Oemar juga menyediakan hidangan khas Arabian lainnya seperti kare, gulai, sop, dan berbagai olahan rempah lainnya yang membuat pengunjung foodcourt ketagihan.
Kehadiran Nasi Kebuli Abu Oemar menjadi bukti bahwa mantan TKI memiliki potensi besar untuk sukses ketika kembali ke daerah asal. Dengan pengalaman, tekad, dan cita rasa khas Timur Tengah yang ia bawa, Oemar kini berhasil membuka peluang baru dalam dunia UMKM kuliner di Kudus. (AK)








