KUDUS – Kuota keberangkatan haji untuk Kabupaten Kudus pada musim 2026 mengalami penyusutan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan data terbaru, jumlah jemaah yang dijadwalkan berangkat tahun depan sebanyak 1.245 orang, turun dari angka 1.400 jemaah pada musim sebelumnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Kantor Kemenag Kudus, Shony Wardana, menegaskan bahwa perubahan ini bukan karena adanya pengurangan jatah dari pemerintah pusat, melainkan murni mengikuti jumlah pendaftar yang masuk dalam tahun kuota 2026.

Ia menjelaskan bahwa perhitungan keberangkatan mengacu pada data pendaftaran terakhir yang tercatat pada 12 Februari 2013.

“Jumlah pendaftar tahun itu memang segitu. Kalau yang mendaftar lebih banyak, tentu kuotanya bisa lebih besar,” ujarnya.

Dari total 1.245 kuota, sebanyak 1.194 jemaah merupakan peserta haji reguler. Adapun 51 kursi lainnya dialokasikan untuk jemaah lanjut usia sebagai bagian dari ketentuan khusus bagi lansia. Kuota lansia ini merupakan bagian dari alokasi 5 persen tingkat Jawa Tengah, yang dibagi berdasarkan akumulasi setiap kabupaten/kota.

Meski demikian, Shony menekankan bahwa angka tersebut belum sepenuhnya final sebagai daftar keberangkatan. Masih ada proses verifikasi untuk menentukan siapa saja yang memenuhi syarat sebagai calon jemaah haji.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengungkap adanya perubahan besar dalam sistem daftar tunggu. Jika sebelumnya masa antrean ditentukan berdasarkan provinsi yang seringkali membuat daerah dengan pendaftar banyak harus menunggu lebih lama—kini seluruh daftar tunggu dihitung secara nasional. Perubahan ini merupakan kebijakan baru dari Kementerian Haji dan Umrah yang dibentuk pemerintahan Presiden Prabowo.

Menurut Shony, perubahan sistem ini memberikan dampak signifikan.

“Jika dulu estimasi antrean di Jawa Tengah bisa mencapai sekitar 32 tahun, sekarang rata-ratanya turun menjadi sekitar 26 tahun,” jelasnya.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah positif karena memperkecil kesenjangan antara daerah dengan jumlah pendaftar yang padat dan yang lebih sedikit.

Ia berharap penyelenggaraan ibadah haji pada 2026 berjalan semakin baik dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah asal Kudus. (Mr)