KUDUS — Polemik penyisihan kendaraan siswa di SMK Negeri 2 Kudus dipastikan telah selesai setelah mediasi antara pihak sekolah, wali murid, dan pemerintah desa. Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kudus, Budi, menegaskan bahwa langkah tersebut murni bertujuan membina siswa serta meningkatkan integritas mereka dalam mematuhi aturan berkendara. (04/11)
Kebijakan penyisihan kendaraan dilakukan berdasarkan prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan telah melalui koordinasi dengan pihak internal sekolah serta mendapat imbauan dari pemerintah desa. Penertiban ini juga telah diberitahukan sebelumnya melalui grup WhatsApp wali murid agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Tindakan tersebut diambil karena sebelumnya pernah terjadi kecelakaan melibatkan siswa, sehingga sekolah merasa perlu mempertegas kedisiplinan terkait kelengkapan berkendara. Seluruh kendaraan yang sempat disisihkan di halaman sekolah kini telah diambil kembali oleh orang tua maupun siswa.

Kepala sekolah menyampaikan bahwa mediasi di Balai Desa telah berjalan baik dan semua pihak sepakat bahwa persoalan dianggap tuntas.
“Saya hanya ingin meningkatkan integritas dan kedisiplinan siswa. Kebijakan seperti ini tidak akan kami lakukan lagi karena dikhawatirkan menimbulkan kesalahpahaman antara sekolah dan wali murid,” ujar Budi.
Pihak sekolah berharap langkah klarifikasi ini dapat memperkuat hubungan komunikasi dengan wali murid serta menjadi pelajaran bersama untuk meningkatkan keselamatan dan kepatuhan dalam berkendara. (AK)








