THAILANDKaifanews – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, menjadi penentu kemenangan tim merah putih pada final beregu putra SEA Games 2025. Bertanding di Thammasat University Rangsit Gymnasium, Pathum Thani, Thailand, Rabu (10/12/2025), Ubed memastikan Indonesia menang 3-0 atas Malaysia dan meraih medali emas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ubed berhadapan dengan wakil Malaysia, Justin Hoh, yang sebelumnya juga ia kalahkan pada babak 32 besar Thailand Masters 2025. Kemenangan ini membuat rekor pertemuan Ubed atas Hoh menjadi 2-0. Ubed tampil percaya diri sejak awal pertandingan dan langsung menunjukkan dominasinya.

Pada gim pertama, Ubed sempat tertinggal setelah Hoh menyamakan kedudukan dan berbalik unggul. Namun, Ubed kembali bangkit dan mengambil alih jalannya pertandingan. Serangan variatif, termasuk smes menyilang dan permainan net tipis, membuatnya menjauh hingga akhirnya menutup gim pertama dengan skor 21-12.

Gim kedua berlangsung lebih ketat pada awalnya, dengan Hoh mencoba tampil agresif. Meski begitu, Ubed tetap mampu menjaga keunggulan melalui permainan cepat dan penempatan bola akurat. Ia menekan Hoh hingga interval 11-6 dan terus mendominasi selepasnya.

Ubed sempat melakukan beberapa kesalahan karena terlalu bersemangat, namun kembali fokus untuk mengakhiri laga. Setelah unggul jauh 20-12, ia menuntaskan pertandingan dengan skor 21-12, 21-14. Kemenangan ini memastikan Indonesia meraih emas SEA Games 2025 pada nomor beregu putra.

Pria yang akrab disapa Ubed semakin mencuri perhatian publik pecinta bulu tangkis Indonesia. Pebulu tangkis muda kelahiran Sampang, Madura, 26 Juni 2007 itu kini digadang-gadang sebagai salah satu calon penerus kejayaan tunggal putra Indonesia setelah menorehkan prestasi gemilang di level junior dalam dua tahun terakhir.

Bernaung di bawah Klub Djarum Kudus dan kini resmi bergabung di Pelatnas PBSI Cipayung, Ubed tampil konsisten menunjukkan progres luar biasa. Talenta, kerja keras, dan ketenangannya di lapangan membuatnya sering dibandingkan dengan sang idola, Anthony Sinisuka Ginting, yang disebutnya sebagai inspirasi dalam gaya bermain.

Perjalanan dari Madura Menuju Pelatnas

Berasal dari keluarga sederhana di Madura, Ubed kecil mengikuti jejak banyak atlet besar Indonesia: memulai dari klub lokal, menembus turnamen antar-daerah, hingga akhirnya menarik perhatian klub elit.

Sejak 2022, performanya meningkat drastis dan semakin matang saat tampil di berbagai turnamen junior nasional. Kemenangan di ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) dan gelar di Pembangunan Jaya Raya Junior International Grand Prix 2023 menjadi tonggak awal kariernya.

Bakatnya tidak luput dari pantauan pemandu bakat, sehingga ia direkrut masuk Klub Djarum dan kemudian dipanggil masuk Pelatnas PBSI pada akhir 2024—tonggak penting yang menandai langkahnya menuju dunia profesional.

Deretan Prestasi yang Mengangkat Nama Ubed

Performa Ubed semakin meledak di level internasional. Berikut sejumlah pencapaian yang membuatnya dijuluki “jagoan baru tunggal putra”:

  1. Juara Dunia Junior 2024 (Beregu)
    Menjadi bagian dari tim Garuda Muda yang menjuarai Piala Suhandinata, gelar bergengsi di BWF World Junior Championships.
  2. Juara Asia Junior 2025 (Tunggal Putra)
    Prestasi yang sangat bersejarah karena Indonesia sudah 24 tahun menunggu gelar ini di sektor tunggal putra.
  3. Konsisten di Level Junior
    Langganan podium dalam berbagai turnamen junior BWF, menampilkan performa stabil dan mental kompetitif.

Prestasi beruntun ini menempatkan namanya dalam jajaran pemain muda paling diperhitungkan di Asia.

Bersiap Menapaki Level Senior: Debut di SEA Games 2025

Usai mendominasi arena junior, Ubed kini masuk tahap transisi menuju level senior. Ia diproyeksikan memperkuat tim Indonesia di SEA Games 2025—debut besar bagi pemain berusia 18 tahun itu.

Pelatih Pelatnas menyebut Ubed sebagai pemain dengan perkembangan paling pesat dari kategori remaja menuju taruna dan junior. Kecepatannya, footwork rapi, serta variasi serangan menjadi modal kuat menghadapi persaingan senior yang jauh lebih ketat.

Perjalanan karier Ubed sering disandingkan dengan Alwi Farhan, yang sama-sama disebut sebagai generasi baru harapan Indonesia. Kombinasi teknik solid, attitude baik, dan keberanian dalam permainan membuat publik menaruh ekspektasi tinggi.

Meskipun masih muda, Ubed menunjukkan kematangan luar biasa, baik dalam mengambil keputusan di lapangan maupun konsistensi latihan.

Dengan fondasi kuat dari Klub Djarum, bimbingan pelatih Pelatnas, serta dukungan publik Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah dinilai siap meneruskan tradisi emas tunggal putra dan menjadi salah satu wajah baru bulu tangkis Tanah Air di panggung dunia. (Mr)