KUDUS, Kaifanews – Warga Desa Pasuruan Kidul, Kecamatan Jati, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di bibir Sungai Simangu, Selasa (16/12/2025). Saksi mata Sumanto dan Sulaiman melihat korban tergeletak tersangkut di pohon bibir Sungai Simangu, Mushola Baitul Mutaqqin sekitar jam 13.15 WIB. Saat didekati dan dilakukan pemeriksaan korban ternyata dalam kondisi tak bernyawa.
Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo, menyampaikan korban diketahui bernama Sabar Latif, laki-laki, berusia (78). Korban merupakan warga Desa Pasuruhan Kidul RT 2 RW 4, Kecamatan Jati, Kudus.
“Korban ditemukan oleh warga di bibir Sungai Simangu, tepatnya di Dukuh Simangu, Desa Pasuruhan Kidul,” ujar AKP Hadi Noor Cahyo.
Kejadian bermula saat Korban yang biasanya bertugas Adzan Dzuhur tidak terlihat menjalankan aktivitas tersebut, sebelumnya ada warga yang melihat korban mengendarai sepeda dan tak kunjung pulang kerumah beberapa waktu, Sumanto yang curiga kemudian mengajak Sulaiman bersama warga sekitar mencari keberadaan korban.
Pencarian dibeberapa titik lokasi hingga area makam Simangu. Saksi mata Sumanto dan Sulaiman melihat korban tergeletak tersangkut di pohon bibir Sungai Simangu, dekat Mushola Baitul Mutaqqin sekitar jam 13.15 WIB. Saat didekati dan dilakukan pemeriksaan korban ternyata dalam kondisi tak bernyawa.
“Setelah ditemukan, saksi melaporkan kejadian tersebut kepada warga, perangkat desa, dan Bhabinkamtibmas Desa Pasuruhan Kidul,” ungkap AKP Hadi.
“Dari hasil pemeriksaan medis, hanya ditemukan lecet di bagian atas hidung yang diduga akibat terjatuh. Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit vertigo,” ungkap AKP Hadi Noor Cahyo.
Hasil pemeriksaan luar dari UPTD Puskesmas Jati menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan ataupun kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekira dua jam sebelum ditemukan.
“Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan,” tutur AKP Hadi Noor Cahyo.
Pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan yang menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. (IND)








