KUDUS, Kaifanews – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Mu’ti meresmikan 10 satuan pendidikan hasil revitalisasi tahun anggaran 2025 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (17/12/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sepuluh satuan pendidikan tersebut, di antaranya, SD Muhammadiyah Birulwaludain, SMPN 1 Bae Kudus, SMPN 3 Dawe, SMP Muhammadiyah 1 Kudus, dan SMA PGRI 1 Kudus, TK Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Roudlotut Tholibin.

“Alhamdulillah, progresnya telah mencapai 99 persen dan sebagian besar sudah selesai 100 persen. Tinggal menunggu peresmian, termasuk yang kita resmikan hari ini,” ujar Mendikdasmen.

Revitalisasi yang diterima TK Muslimat NU Roudlotut Tholibin meliputi pembangunan area bermain, perbaikan toilet dan sanitasi, serta penyediaan perlengkapan pembelajaran digital dan alat permainan edukatif.

“Tadi saya melihat langsung anak-anak belajar dengan gembira dan ceria. Anak-anak bisa bergerak, belajar sambil bermain,” tambahnya.

Ketua Yayasan TK Muslimat NU Roudlotut Tholibin, Supanti, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah. “Semoga bantuan ini dapat digunakan dan bermanfaat bagi anak-anak TK Muslimat NU Roudlotut Tholibin,” ujarnya.

Kepala TK Muslimat NU Roudlotut Tholibin, Munjayanah, mengatakan bahwa sebelum revitalisasi, area bermain sekolah belum memadai untuk melayani sekitar 200 murid. “Para wali murid merasa senang karena sekolah mendapatkan bantuan area bermain dan toilet yang nantinya dapat digunakan oleh anak-anak,” ungkapnya.

Sesuai mandat Presiden Prabowo, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan terus didorong agar dapat menjangkau seluruh sekolah di Indonesia tanpa terkecuali, baik negeri maupun swasta.

Pemerintah terus memperkuat layanan pendidikan anak usia dini melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil revitalisasi tahun 2025 terhadap 10 satuan pendidikan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Revitalisasi TK Muslimat NU Roudlotut Tholibin, menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah memperkuat layanan pendidikan anak usia dini.

Tak hanya bangunan, transformasi pembelajaran juga dilaksanakan melalui Program Digitalisasi, yaitu penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) yang dimanfaatkan untuk menciptakan suasana belajar menyenangkan dan partisipatif. Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran revitalisasi pendidikan tahun 2025 sebesar Rp16,9 triliun dengan progres hampir seluruhnya rampung dan siap dimanfaatkan oleh satuan pendidikan.

Pemerintah juga menegaskan komitmen Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak, termasuk dukungan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi murid TK mulai 2026. Melalui revitalisasi satuan pendidikan dan penguatan PAUD, Kemendikdasmen terus berupaya menghadirkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan sebagai fondasi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (IND)