KAIFA NEWS – Sepanjang sejarah Indonesia, Harga emas Antam memecahkan level tertinggi alias All Time High (ATH). Harga emas Antam 24 karat naik Rp 11.000 per gram menjadi Rp 2.502.000 per gram.
Harga emas naik disebabkan oleh kombinasi faktor ekonomi global seperti ketidakpastian ekonomi, inflasi tinggi, pelemahan nilai Dolar AS, dan kebijakan suku bunga bank sentral, yang membuat emas menjadi aset lindung nilai (safe haven); ditambah permintaan yang kuat dari investor dan keterbatasan pasokan akibat sulitnya penambangan baru, yang semua ini meningkatkan permintaan dan mendorong harganya naik.
Kenaikan harga emas dunia menyebabkan harga emas Antam juga ikut melambung tinggi, berdasarkan situs Logam Mulia Antam, Senin (22/12/2025), satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp 1.301.000. Sementara harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 24.515.000 dan ukuran emas terbesar yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 2.442.600.000. Jika pada hari Sabtu (20/12) kemarin harga emas tertinggi berada di level Rp 2.491.000 per gram.
Direktur Riset BullionVault, Adrian Ash, menyebut tahun 2025 diwarnai oleh tren perlahan namun konsisten terkait suku bunga, perang, dan ketegangan perdagangan yang menopang kenaikan harga emas.
“Pasar logam mulia menilai Presiden Trump benar-benar memicu sesuatu, dan harga emas melonjak tajam tahun ini,” ungkap Ash.
Menurut dia, perang dagang, tekanan terhadap bank sentral Amerika Serikat, serta meningkatnya ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga emas. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah biasanya menekan imbal hasil obligasi.
Kondisi ini membuat investor beralih ke komoditas seperti emas dan perak untuk memperoleh imbal hasil sekaligus melakukan diversifikasi portofolio. Pelemahan dollar AS juga turut mendorong kenaikan harga emas karena membuat logam mulia tersebut lebih murah bagi pembeli di luar Amerika Serikat.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak juga mencetak rekor baru di level 69,44 dollar AS per troy ons pada Senin. Sepanjang 2025, harga perak telah melonjak 138 persen, sementara platinum berada di level tertinggi dalam 17 tahun.
Analis menilai lonjakan harga perak dan platinum ditopang oleh permintaan yang kuat serta keterbatasan pasokan. Berbeda dengan emas, logam mulia lainnya juga banyak digunakan dalam sektor manufaktur, sehingga permintaannya turut didorong oleh aktivitas industri.
Lonjakan hari ini membawa harga emas mencetak rekor sejarah baru dan duduk di singgasana level baru yakni Rp 2,5 juta. Harga emas Antam sejalan dengan perdagangan emas global.
Penguatan harga emas global didorong oleh ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelaku pasar menilai bank sentral AS, Federal Reserve, berpeluang melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter pada tahun depan.
Harapan tersebut menguat setelah data terbaru menunjukkan inflasi inti Amerika Serikat pada November 2025 berada di level 2,6 persen secara tahunan, terendah sejak awal 2021.
Inflasi yang terkendali membuka ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga acuan. Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi emas, mengingat logam mulia merupakan aset tanpa imbal hasil yang cenderung diminati saat suku bunga berada pada level rendah. (IND)








