JAKARTA, Kaifanews – Libur sekolah akhir tahun biasanya jadi momen paling horor buat dompet orang tua. Selain pusing mikirin biaya jalan-jalan, urusan dapur juga makin menantang karena anak-anak di rumah jadi lebih sering teriak “Laper, Mak!”. Namun, ada kabar sejuk di tengah teriknya harga cabai menjelang 2026: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak ikut “cuti” panjang.
Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa pemenuhan nutrisi anak bangsa tidak mengenal kata tanggal merah. Data menunjukkan bahwa anak-anak dalam masa pertumbuhan membutuhkan asupan protein yang konsisten. Jeda konsumsi nutrisi selama dua minggu liburan bisa berdampak pada penurunan fokus saat masuk semester baru. Oleh karena itu, skema penyaluran MBG mengalami penyesuaian strategi agar tetap sampai ke tangan siswa meski gerbang sekolah digembok.
Berikut adalah beberapa poin penting yang harus dicatat oleh para orang tua:
- Migrasi Titik Distribusi ke Satuan Pelayanan (SP) Karena gedung sekolah tutup, distribusi digeser ke Satuan Pelayanan (SP) terdekat atau balai warga yang telah ditunjuk. Jadi, jangan nungguin mobil boks makanan di depan gerbang sekolah yang sepi, ya! Cek titik kumpul di aplikasi atau grup WhatsApp warga masing-masing.
- Jam Operasional “Agak Siangan” Menyesuaikan ritme liburan yang biasanya bikin anak-anak bangun agak siang, pengambilan makanan di SP dilakukan mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Ini pas banget buat jadwal brunch (sarapan merangkap makan siang) anak-anak sebelum mereka lanjut main lagi. Orang tua atau wali murid diimbau untuk proaktif memantau grup koordinasi lokal agar tidak ketinggalan jadwal distribusi.
- Menu Spesial Akhir Tahun Menariknya, menu selama periode Nataru ini dirancang lebih variatif. Selain standar empat sehat lima sempurna, terdapat sentuhan menu lokal yang lebih segar. Berdasarkan data operasional, menu selama Nataru akan memanfaatkan bahan pangan lokal yang sedang musim. Jadi, jangan kaget kalau ada variasi menu yang lebih “segar” dengan tetap menjaga standar kalori dan protein sesuai kebutuhan usia anak.
- Pengawasan Kualitas Ekstra Memasuki cuaca ekstrem akhir tahun, pengawasan terhadap rantai pasok diperketat. Tim pengawas memastikan makanan tidak terkontaminasi selama distribusi dari dapur pusat ke titik-titik layanan mandiri di pemukiman.
Langkah pemerintah tetap menjalankan MBG saat libur sekolah adalah strategi win-win solution. Anak-anak tetap sehat, dan emak-emak di rumah bisa sedikit bernapas lega karena satu pos pengeluaran makan siang sudah terjamin negara. Ingat, liburan itu untuk istirahat dari PR Matematika, bukan istirahat dari hidup sehat. Pastikan Anda tetap update dengan informasi dari perangkat desa setempat agar jatah gizi si kecil tidak hangus! (Jee)








