KUDUS, Kaifanews – Proses rehab GOR Bung Karno masih berjalan. Meski demikian, pengerjaan rehab gedung olahraga ini ditarget hari ini selesai (24/12).
Suara bising mesin potong keramik dan percikan api las masih mewarnai kawasan GOR Bung Karno, Wergu Wetan, Kudus, pada Rabu (24/12/2025) siang. Memasuki tenggat waktu (deadline) akhir tahun anggaran, kontraktor pelaksana rehabilitasi GOR kebanggaan warga Kota Kretek ini dipacu bekerja ekstra keras untuk menyelesaikan sisa pekerjaan yang belum tuntas.
Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan pekerja nampak tersebar di beberapa titik krusial. Fokus utama pekerjaan hari ini meliputi penyelesaian akhir (finishing) pada bagian atap tribun barat, pengecatan dinding luar, serta perapian lantai indoor yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.
Kejar Target Sebelum Penutupan Anggaran
Proyek rehabilitasi GOR Bung Karno tahun 2025 ini merupakan salah satu proyek strategis daerah dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,8 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sesuai kontrak kerja, seluruh fisik bangunan harus diserahterimakan paling lambat pada tanggal 24 Desember malam ini agar proses administrasi pencairan anggaran tidak terkendala.
Perwakilan kontraktor pelaksana, Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menambah jumlah personel dan memberlakukan sistem shift 24 jam dalam tiga hari terakhir.
“Kami akui ada kendala cuaca, terutama hujan deras yang mengguyur Kudus sepekan terakhir, sehingga pekerjaan luar ruangan sedikit terhambat. Namun, kami optimistis malam ini pukul 23.59 WIB semua sudah clear 100 persen,” ujar Fauzi.
Disdikpora Kudus Lakukan Pengawasan Ketat
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus selaku instansi terkait terus melakukan monitoring ketat di lapangan. Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora Kudus, Widhoro Haryanto menekankan bahwa meskipun dikerjakan dengan cepat, kualitas bangunan tidak boleh dikorbankan.
“Kami tidak ingin ada pekerjaan yang asal jadi hanya karena mengejar deadline. Fokus kami adalah pada fungsionalitas GOR. Terutama kebocoran atap yang selama ini dikeluhkan para atlet basket dan bulu tangkis, itu harus benar-benar tuntas,” tegasnya.
Data lapangan menunjukkan bahwa progres fisik proyek per pagi tadi telah mencapai 97,5 persen. Sisa 2,5 persen tersebut mencakup pembersihan sisa material bangunan, pemasangan beberapa titik lampu penerangan luar, dan pengecekan akhir pada instalasi air di ruang ganti pemain.
Harapan Atlet dan Masyarakat
Keterlambatan penyelesaian rehabilitasi ini memang sempat dikeluhkan oleh sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor). Namun, dengan wajah baru GOR yang kini nampak lebih segar dengan dominasi warna biru dan kuning, harapan besar muncul agar fasilitas ini dapat segera digunakan untuk latihan rutin menyongsong kompetisi di awal tahun 2026.
Jika target rampung malam ini tercapai, GOR Bung Karno dijadwalkan akan melalui masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan sebelum akhirnya dibuka penuh untuk kegiatan masyarakat umum.(Jee)








