JAKARTA, Kaifanews – Mengawali lembaran tahun baru 2026, PT Pertamina (Persero) membawa kabar baik bagi pengguna kendaraan pribadi. Per hari ini, Kamis (1/1/2026), Pertamina resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh SPBU se-Indonesia dengan tren penurunan yang cukup signifikan.
Penurunan harga ini dipicu oleh melandainya harga minyak mentah dunia pada kuartal terakhir 2025 serta stabilnya nilai tukar Rupiah di awal tahun. Penyesuaian ini mencakup jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Berdasarkan data resmi dari laman Pertamina, penurunan harga berkisar antara Rp400 hingga Rp1.100 per liter, tergantung pada jenis BBM dan wilayah masing-masing. Di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Provinsi dengan PBBKB 5%), harga terbaru mulai berlaku efektif sejak pukul 00.00 waktu setempat.
Berikut adalah perbandingan harga di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Tengah:
-
Pertamax: Turun menjadi Rp12.100 per liter (Sebelumnya Rp12.950).
-
Pertamax Turbo: Turun menjadi Rp13.400 per liter (Sebelumnya Rp14.500).
-
Dexlite: Turun menjadi Rp12.700 per liter (Sebelumnya Rp13.200).
-
Pertamina Dex: Turun menjadi Rp13.100 per liter (Sebelumnya Rp14.100).
Sementara itu, untuk BBM subsidi jenis Pertalite dan BioSolar harganya dipastikan tidak berubah atau tetap mengacu pada kebijakan harga tahun sebelumnya.
“Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum,” mengutip pengumuman Pertamina, Rabu (31/12/2025) malam.
Tabel Perbandingan Harga BBM (Per 1 Januari 2026)
| Jenis BBM | Harga Lama (Des 2025) | Harga Baru (Jan 2026) | Selisih Penurunan |
| Pertamax | Rp12.950 | Rp12.100 | – Rp850 |
| Pertamax Turbo | Rp14.500 | Rp13.400 | – Rp1.100 |
| Dexlite | Rp13.200 | Rp12.700 | – Rp500 |
| Pertamina Dex | Rp14.100 | Rp13.100 | – Rp1.000 |
Penurunan harga BBM nonsubsidi di awal tahun ini dinilai strategis oleh para pengamat ekonomi. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah implementasi beberapa kebijakan pajak baru yang mulai berlaku tahun 2026, seperti pajak emisi kendaraan.
“Penurunan ini memberikan nafas lega bagi sektor transportasi dan logistik. Meskipun ini BBM nonsubsidi, dampaknya secara psikologis akan membantu menekan laju inflasi di sektor jasa transportasi di awal tahun,” ujar Fahmy Radhi Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada.
Pertamina menghimbau masyarakat untuk mengecek harga terbaru secara berkala melalui aplikasi MyPertamina karena adanya perbedaan harga di beberapa wilayah luar Jawa akibat perbedaan skema Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di tiap provinsi.
Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan penurunan harga ini dengan tetap bijak dalam mengonsumsi bahan bakar dan memilih jenis BBM yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan untuk menjaga efisiensi dan emisi gas buang. (Jee)








