KUDUS, Kaifanews – Merasakan nostalgia aneka kuliner Kudus Jadul khas tempo dulu yang digelar dalam rangka peringatan Tasis Masjid Menara Kudus ke-491. Gelaran ini resmi dibuka pada Jumat (2/1/2026) hingga Kamis (8/1/2026) di kawasan Taman Menara Kudus. Mengususng tema “Menebar Energi Peradaban Auliya” memberi ruang nostalgia bagi warga Kabupaten Kudus hingga peziarah yang berkunjung ke Menara Kudus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Terdapat lebih dari 21 stan kuliner tradisional khas Kudus tempo dulu ikut meramaikan kegiatan tahunan tersebut, Pecinta kuliner jadul pasti tidak akan melewatkannya, aneka kuliner jadul seperti gethuk, awug-awug, meniran, gorengan, nasi liwet, sego tiwul, nasi kebuli, kembang tahu, dawet, entho-entho, sego jagung, kinco bakar, menjadi sesuatu yang langka saat ini dan banyak diminati masyarakat. Kuliner jadul tempo dulu menjadi magnet tersendiri bagi pecinta kuliner.

Sejak pertama kali digelar pada 2017, pasar kuliner ini rutin dilaksanakan dan selalu mendapat respons positif dari masyarakat.
Tidak hanya kuliner jadul saja pengunjung juga disuguhi kegiatan bernuansa religi dan budaya, mulai dari Khotmil Quran, laku banyu panguripan, hingga pengajian bersama Gus Baha.

Ketua Panitia Pasar Kuliner Jadul, Hartanto Tri Saputro menyampaikan, kegiatan ini digelar selama tujuh hari. Pasar Kuliner Jadul tidak hanya menjadi agenda budaya spiritual, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Kudus.

“Tahun ini ada 21 stan yang kami buka. Pendaftarnya sekitar 40, tapi memang kami batasi. Seleksi dilakukan secara daring dengan syarat data lengkap. Menunya wajib kuliner jadul. Kalau tidak sesuai tema, langsung kami coret,” jelas Hartanto.

Peziarah yang datang dari Blora, Leman (52), mengatakan bahwa dirinya baru pertama kali tahu kalau ada acara pasar Kuliner Jadul Tempo Dulu khas Kudus. Ia seraya mengingat makanan yang pernah dibuat neneknya dulu, ada sego tiwul, dan gethuk.

“Jadi teringat masakan nenek, dulu nenek sering masak sego tiwul dan gethuk, kuliner ini sederhana namun memberikan cerita yang tak pernah Kami lupa. Satu piring dimakan ber-empat,acara ini bagus uri-uri budaya biar generasi muda tau dengan budaya dan makanan lokal,” pungkasnya.

Pasar Kuliner Jadul Tasis Masjid Menara Kudus dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB dan terbuka untuk masyarakat umum. Kegiatan ini diharapkan mampu menjaga warisan budaya lokal, hingga kuliner yang memiliki cerita sejarah yang bisa di perkenalkan kepada generasi muda, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi yang positif untuk UMKM dan masyarakat. (IND)