KUDUS, Kaifanews – Video mesum berdurasi 50 detik meresahkan beredar diduga pegawai RSUD Kudus, video ini ramai diperbincangkan warganet. Video ini bersumber dari sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) di lingkungan rumah sakit. Video itu diunggah oleh akun Tiktok @ketutdewi_99 pada Sabtu (3/1/2026).
Dalam video mesum tersebut tampak memperlihatkan seorang laki-laki dan perempuan berkerudung yang dinarasikan pegawai RSUD Kudus sedang beradegan mesum.
Video tersebut menimbulkan keresahan publik dugaan aksi tidak senonoh dilakukan oleh oknum pegawai di salah satu ruangan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
Video tersebut berasal dari kamera pengawas di bagian “RMH TNGGA” terlihat jelas tulisan dimana kamera merekam lokasi kejadian.
Pihak pengunggah @ketutdewi_99 memberikan kecaman terhadap tindakan amoral yang mencoreng nama Rumah Sakit plat merah di Kabupaten Kudus.
Caption unggahan “STOP PERILAKU AMORAL DI LINGKUNGAN PELAYANAN PUBLIK”. Rumah Sakit merupakan ruang kemanusiaan yang seharusnya dijaga kesuciannya sebagai tempat pelayanan, empati, serta penghormatan terakhir bagi jenazah bukan tempat perilaku tak pantas bahkan keji.
Miris, Sebuah Rumah Sakit Plat Merah yang seharusnya menjunjung tinggi nilai profesionalitas pelayanan justru digunakan untuk berbuat mesum, mencoreng nama baik institusi serta Kabupaten Kudus.
Perbuatan mesum tersebut tidak sesuai dengan identitas Kudus sebagai Kota Santri yang menjunjung tinggi nilai akhlak, adab, dan moral, banyak neitzen menuntut adanya penyelidikan dan penegakan hukum secara tegas dan transparan.
Menanggapi beredarnya video tersebut, Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Hakam, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihak manajemen akan segera melakukan rapat internal untuk menindaklanjuti informasi yang beredar.
“Besok kita mau rapat. Ini memang meresahkan,tapi manajemen RSUD mau memastikan dan menyelidiki lebih lanjut, saat ini kita kedepankan asas praduga tak bersalah dulu” jelas dr. Hakam.
Pihaknya masih menyelidiki dan memastikan kebenaran video mesum tersebut, Ia menyampaikan manajemen RSUD masih mengedepankan asas praduga tak bersalah terkait dugaan keterlibatan oknum pegawai RSUD.
Manajemen RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah dilakukan klarifikasi menyeluruh.
Masyarakat Kudus menuntut adanya penyelidikan yang transparan dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku jika terbukti benar. Masyarakat berharap kejadian ini tidak merusak kepercayaan publik terhadap institusi layanan kesehatan di Kabupaten Kudus. Kejadian ini membuat kaget warga masyarakat. Semoga Pihak Manajemen Rumah Sakit dapat segera menyelesaikan kasus yang terjadi saat ini seadil-adilnya, dan memberikan sanksi yang tegas jika memang ada oknum pegawai RSUD yang berbuat salah.








