SEMARANG, Kaifanews – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah kian memantapkan strategi kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat terwujudnya keluarga berdaya dan sejahtera.
Upaya ini tidak hanya melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga menggandeng BUMN, BUMD, program CSR, Baznas, akademisi, organisasi perempuan, hingga media.
Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin, menegaskan kolaborasi menjadi kunci utama dalam memperluas dampak program PKK di tengah masyarakat. Hal itu disampaikannya usai memimpin Rapat Pleno TP PKK Jateng di Semarang.
“Untuk membangun keluarga yang berdaya dan sejahtera, PKK tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan banyak pihak mutlak dibutuhkan agar program tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya pada Selasa (6/1/2026) malam.
Ia menyebutkan, sepanjang 2025 TP PKK Jateng telah menjalankan berbagai program strategis, salah satunya pelatihan sekitar 200 kader Paralegal Penggerak Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (Kader Perak). Para kader tersebut kini aktif mendampingi dan menangani kasus-kasus sosial di masyarakat.
Memasuki 2026, TP PKK Jateng menargetkan penguatan kolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) guna mendukung terwujudnya kecamatan berdaya.
Di bidang ekonomi keluarga, TP PKK Jateng juga memperluas kemitraan dengan Baznas serta sejumlah OPD. Salah satu langkah nyatanya adalah peluncuran Kelompok Usaha Berbasis Keluarga (Kapulaga) di Kabupaten Pekalongan.
“Ke depan, program ini akan kami sinergikan dengan Dinas Sosial melalui Kelompok Usaha Bersama (Kube). Jadi tidak berhenti di pelatihan, tetapi benar-benar melahirkan usaha produktif di masyarakat,” jelasnya.
Penguatan ketahanan pangan keluarga turut menjadi perhatian melalui program Rabu Pon atau Gerakan Ibu Menanam Pohon. Program yang merupakan implementasi Aku Hatinya PKK tersebut pada 2025 menyasar lima daerah, yakni Brebes, Rembang, Purworejo, Banjarnegara, dan Sragen.
Nawal mengungkapkan, hasil evaluasi menunjukkan pendampingan Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi faktor penting keberhasilan program. Karena itu, KWT akan dilibatkan lebih intens dalam pengembangan Rabu Pon ke depan.
Selain itu, TP PKK Jateng juga mendorong penguatan program Pandu Cinta (Pelayanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak) yang sejalan dengan program nasional Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (Paaredi).
Sejumlah program lain seperti Kikis (Keluarga Indonesia Bebas Kemiskinan Ekstrem), Gemah Ripah (Gemar Olah Sampah Rizki Melimpah), PKK Sigab (Siaga dan Tanggap Bencana), hingga Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil) terus diakselerasi untuk mendukung pembangunan Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.
Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, TP PKK Jateng optimistis peran keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional dapat semakin diperkuat.








