JAKARTA, Kaifanews — Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Negara Indonesia (BNI) pada tahun 2026 tetap menjadi salah satu solusi pembiayaan utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga Januari 2026, KUR BNI masih menawarkan suku bunga rendah sebesar 6 persen efektif per tahun untuk pengajuan pertama, dengan subsidi dari pemerintah.
Dalam skema terbaru, BNI menyediakan beberapa jenis KUR yang disesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha debitur. KUR Super Mikro diberikan dengan limit pinjaman hingga Rp10 juta, KUR Mikro dengan plafon di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta, serta KUR Kecil dengan limit di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta.
Dari sisi jangka waktu pinjaman, KUR BNI 2026 menawarkan tenor yang fleksibel. Untuk Kredit Modal Kerja (KMK), tenor maksimal ditetapkan hingga 3 tahun, sedangkan Kredit Investasi (KI) dapat diajukan dengan tenor hingga 5 tahun.
Persyaratan pengajuan KUR BNI relatif mudah. Calon debitur harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, serta memiliki usaha produktif yang telah berjalan setidaknya 6 bulan. Dokumen yang dibutuhkan meliputi e-KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Surat Izin Usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU). Untuk pinjaman di atas Rp50 juta, pemohon diwajibkan memiliki NPWP.
Selain itu, pemohon harus memiliki riwayat kredit yang baik berdasarkan pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK dan tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit dengan kolektibilitas lancar.
BNI juga menegaskan bahwa KUR Mikro hingga Rp100 juta tidak memerlukan jaminan tambahan, sesuai dengan ketentuan pemerintah yang berlaku pada 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi UMKM yang belum memiliki aset untuk diagunkan.
Pengajuan KUR BNI dapat dilakukan melalui dua cara, yakni secara online melalui layanan BNI eForm KUR, atau secara offline dengan mendatangi kantor cabang BNI terdekat sambil membawa dokumen persyaratan lengkap.
Sebagai gambaran, dengan bunga 6 persen per tahun, angsuran KUR BNI 2026 untuk plafon Rp50 juta diperkirakan sebesar Rp1,52 juta per bulan untuk tenor 36 bulan, dan sekitar Rp966 ribu per bulan untuk tenor 60 bulan. Sementara untuk plafon Rp100 juta, cicilan diperkirakan mulai dari Rp3,04 juta per bulan untuk tenor 36 bulan. Angka tersebut merupakan simulasi dan dapat berbeda tipis tergantung kebijakan provisi serta biaya administrasi bank.
BNI mengimbau pelaku UMKM untuk memantau informasi resmi terkait jadwal pembukaan dan kuota KUR 2026 melalui situs resmi BNI atau kantor cabang terdekat, mengingat tingginya minat masyarakat terhadap program pembiayaan bersubsidi ini.
Hingga Januari 2026, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI tetap mengacu pada kebijakan suku bunga 6% efektif per tahun untuk pengajuan pertama. Berdasarkan skema terbaru, berikut adalah simulasi tabel angsuran untuk plafon populer:
Tabel Angsuran KUR BNI 2026 (Estimasi)
| Plafon Pinjaman | 12 Bulan | 24 Bulan | 36 Bulan | 60 Bulan |
| Rp10.000.000 | Rp860.664 | Rp443.206 | Rp304.219 | Rp193.328 |
| Rp25.000.000 | Rp2.151.661 | Rp1.108.015 | Rp760.548 | Rp483.320 |
| Rp50.000.000 | Rp4.303.321 | Rp2.216.031 | Rp1.521.097 | Rp966.640 |
| Rp100.000.000 | Rp8.606.643 | Rp4.432.061 | Rp3.042.194 | Rp1.933.280 |
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pembukaan dan kuota dapat dipantau melalui Situs Resmi BNI.








