KUDUS, Kaifanews – Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, mulai dipersiapkan menjadi desa percontohan sanitasi terpadu di Kabupaten Kudus. Langkah ini ditandai dengan kegiatan Rembuk Sanitasi yang dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, di Balai Desa Kesambi, Rabu (7/1/2026) malam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam forum tersebut, Endhah menegaskan bahwa persoalan sanitasi tidak bisa dipandang sebatas pembangunan jamban, melainkan menyangkut kualitas hidup dan kesehatan keluarga secara menyeluruh. Sanitasi yang aman dan akses air minum layak dinilai menjadi kunci utama pencegahan stunting.

“Kalau sanitasi dan air bersih tidak aman, dampaknya panjang. Mulai dari kesehatan ibu, tumbuh kembang anak, sampai kualitas hidup keluarga,” ujarnya usai kegiatan.

Desa Kesambi dipilih sebagai lokasi pilot proyek program Bakti Sosial Djarum Foundation. Program ini mencakup penataan sanitasi rumah tangga, pengelolaan limbah, hingga perlindungan sumber air agar tidak tercemar oleh saluran pembuangan.

Berbeda dengan program sanitasi pada umumnya yang menyasar rumah tangga, proyek di Kesambi dirancang lebih menyeluruh. Tidak hanya rumah warga, fasilitas umum seperti musala, masjid, sekolah, pondok pesantren, hingga tempat penitipan anak juga masuk dalam sasaran penataan.

“Lingkungan harus dibenahi bersama-sama. Rumahnya sehat, fasilitas umumnya juga bersih dan aman,” kata Endhah.

Hingga saat ini, program sanitasi di Desa Kesambi telah merealisasikan pembangunan 49 unit dengan total anggaran sekitar Rp349 juta dan dinyatakan selesai.

Ke depan, targetnya lebih besar. Dalam kurun dua tahun, seluruh rumah yang belum memiliki sanitasi aman ditargetkan rampung.

Tak berhenti di sanitasi, kawasan desa juga akan ditata agar lebih hijau dan nyaman. Lahan tidak produktif akan ditanami, bantaran sungai dibersihkan dan dipercantik, serta lingkungan permukiman ditata agar lebih layak huni.

Program perbaikan rumah tidak layak huni pun turut disinergikan, sejalan dengan rencana Djarum Foundation membangun sekitar 400 rumah di Kudus yang akan tersebar di sembilan kecamatan.

Endhah menekankan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan warga. Peran TP PKK dinilai strategis karena paling dekat dengan kondisi keluarga di lapangan.

“Emak-emak PKK itu tahu persis rumah mana yang paling membutuhkan bantuan. Dari situ bisa disampaikan ke desa agar penanganannya tepat sasaran,” jelasnya.

Ia berharap Desa Kesambi bisa menjadi contoh desa sehat yang utuh, bukan hanya bebas masalah sanitasi, tetapi juga bersih, asri, dan nyaman bagi masyarakat. Jika berhasil, model ini akan direplikasi secara bertahap ke desa-desa lain di Kudus.

“Targetnya tentu seluruh desa. Tapi harus bertahap dan dikerjakan serius, tidak bisa instan,” tandasnya.