JAKARTA, Kaifanews – Harga handphone (HP) pada tahun 2026 dipastikan mengalami kenaikan signifikan. Sejumlah pelaku industri dan pengamat teknologi menilai lonjakan harga ini sulit dihindari akibat kombinasi berbagai faktor global maupun domestik yang menekan biaya produksi komponen perangkat elektronik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Isyarat kenaikan harga ponsel yang cukup tajam kini semakin jelas, seiring pernyataan terbuka dari para petinggi industri teknologi global.

Salah satu penyebab utama naiknya harga handphone adalah meningkatnya harga komponen global, khususnya chipset, layar, dan memori. Permintaan tinggi terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI), jaringan 5G lanjutan, hingga perangkat otomotif pintar membuat pasokan semikonduktor semakin terbatas. Kondisi tersebut berdampak langsung pada industri smartphone.

Konsumen ponsel cerdas di seluruh dunia diperkirakan harus merogoh kocek lebih dalam pada 2026 akibat naiknya harga perangkat smartphone. Tren kenaikan ini dipicu oleh tekanan biaya produksi dari komponen penting seperti chip memori, yang permintaannya meningkat tajam seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Tekanan permintaan dari sektor AI menyebabkan pemasok memori memprioritaskan pelanggan Server dan data center yang umumnya memberikan margin keuntungan lebih tinggi. Akibatnya, pasokan komponen untuk ponsel menjadi mengecil dan biaya produksi meningkat.

Menurut laporan Counterpoint Research, Harga smartphone diperkirakan akan meningkat sekitar 7% pada tahun 2026 akibat kekurangan chip memori yang didorong oleh permintaan yang sangat tinggi dari perusahaan-perusahaan yang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini hampir dua kali lipat dari proyeksi sebelumnya, yang menunjukkan (average selling price) harga jual rata-rata akan meningkat secara moderat.

Laporan itu juga memperkirakan bahwa pengiriman smartphone global bisa turun sekitar 2,1% pada tahun 2026, berlawanan dengan proyeksi sebelumnya yang memprediksi pertumbuhan datar atau sedikit meningkat. Penurunan ini mencerminkan tekanan pada permintaan karena harga komponen yang semakin tinggi.

Masalah utama berasal dari kekurangan chip memori, terutama jenis DRAM yang digunakan secara luas baik dalam pusat data AI maupun smartphone. Saat permintaan untuk chip berkinerja tinggi di pusat data meningkat, pasokan chip memori yang sama menjadi lebih sedikit tersedia untuk pembuatan ponsel. Hal ini menyebabkan harga komponen naik tajam dan berdampak pada biaya produksi perangkat konsumen.

Selain itu, peningkatan biaya komponen juga telah terlihat paling tajam pada smartphone kelas rendah, di mana biaya komponen sudah naik antara 20% hingga 30% sejak awal tahun. Sementara itu, kenaikan biaya di segmen smartphone kelas menengah dan premium tercatat berada di kisaran 10% hingga 15%.
Karena pabrikan mungkin mencoba mengimbangi biaya yang lebih tinggi dengan menyesuaikan spesifikasi atau harga jual perangkat di segmen ini.

Counterpoint Research mencatat bahwa harga komponen memori bisa naik lagi hingga 40% pada paruh pertama tahun 2026, dan biaya keseluruhan Bill of Materials (BoM) ponsel dapat meningkat antara 8% hingga lebih dari 15%, tergantung pada segmentasinya.

Dalam kondisi seperti ini, perusahaan pembuat smartphone kemungkinan akan meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada konsumen, yang pada akhirnya menaikkan harga jual rata-rata perangkat. Merek besar seperti Apple dan Samsung diperkirakan memiliki posisi yang lebih kuat untuk menghadapi kondisi ini dibandingkan dengan beberapa merek lain yang margin keuntungannya lebih tipis.

Meski harga naik, permintaan handphone diperkirakan tetap stabil. Hal ini disebabkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat komunikasi dan digital, baik untuk pekerjaan, pendidikan, maupun hiburan. Namun, konsumen diimbau untuk lebih selektif dan menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan. Kenaikan harga handphone pada 2026 menjadi konsekuensi yang sulit dihindari dalam sebuah industri teknologi global.

Dengan meningkatnya kebutuhan komponen untuk teknologi AI, konsumen yang berencana membeli ponsel baru pada 2026 disarankan mempertimbangkan perkembangan harga serta spesifikasi perangkat agar dapat menyesuaikan anggaran secara bijak.